SOLOBALAPAN.COM - Nama pengusaha minyak, Mohammad Riza Chalid, kembali menjadi sorotan nasional setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung RI.
Ia diduga terlibat dalam kasus korupsi masif terkait tata kelola minyak mentah di lingkungan PT Pertamina.
Kini berstatus buronan dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), rekam jejak Riza Chalid sebagai salah satu pemain utama di industri energi Indonesia kembali diulik.
Lantas, siapa sebenarnya sosok yang dijuluki "Gasoline Godfather" ini?
Profil Singkat dan Latar Belakang Keluarga
-
Nama Lengkap: Mohammad Riza Chalid
-
Lahir: 1960 (Usia 65 tahun)
-
Pasangan: Roestriana Adrianti (Uchu Riza)
-
Anak: Muhammad Kerry Adrianto dan Kenesa Ilona Rina
'Gasoline Godfather' dan Gurita Bisnisnya
Riza Chalid dikenal sebagai salah satu pengusaha paling berpengaruh di sektor perdagangan minyak dan gas di Indonesia.
Julukan "Gasoline Godfather" melekat padanya karena jaringan bisnisnya yang luas dan menggurita.
Selain bisnis migas, ia juga melebarkan sayapnya ke berbagai sektor lain, seperti perkebunan kelapa sawit dan ritel.
Sejumlah perusahaan miliknya yang berbasis di Singapura antara lain Supreme Energy, Paramount Petroleum, dan Cosmic Petroleum.
Berkat kesuksesan bisnisnya, majalah Globe Asia pada tahun 2015 menempatkannya sebagai orang terkaya ke-88 di Indonesia dengan total kekayaan ditaksir mencapai 415 juta USD.
Terseret dalam Skandal Petral
Nama Riza Chalid telah lama dikaitkan dengan skandal Petral (Pertamina Energy Trading Ltd), anak perusahaan Pertamina yang berbasis di Singapura.
Petral, yang kini telah dibubarkan, pada masanya disebut-sebut sebagai "sarang mafia migas" yang mengatur rantai pasok impor minyak mentah dan BBM untuk Indonesia dengan nilai transaksi mencapai 30 miliar USD per tahun.
Keterlibatan Riza dalam skandal inilah yang diduga menjadi salah satu akar dari kasus korupsi yang kini menjeratnya.
Status Buronan Internasional
Saat ini, Riza Chalid telah ditetapkan sebagai buronan oleh Kejaksaan Agung dan diduga berada di luar negeri untuk menghindari proses hukum.
Kasusnya menjadi salah satu prioritas penegakan hukum karena berpotensi merugikan keuangan negara dalam jumlah yang sangat besar.
Perburuan terhadap sang "Gasoline Godfather" kini menjadi babak baru dalam upaya pemberantasan korupsi di sektor energi Indonesia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo