SOLOBALAPAN.COM – Pertemuan antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan sejumlah perwakilan pengemudi ojek online (ojol) pada Minggu (31/8) lalu menyisakan polemik.
Salah satu asosiasi ojol terbesar, Garda Indonesia, mempertanyakan status para pengemudi yang hadir dan menyebut mereka bukan bagian dari anggotanya.
Merespons hal ini, perusahaan aplikasi transportasi Maxim memberikan klarifikasi.
Mereka menegaskan bahwa salah satu pengemudi yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah mitra resmi mereka yang diundang secara sah oleh pihak Istana Wakil Presiden.
Klarifikasi dari Pihak Maxim
Public Relations Specialist Maxim, Arkam Suprapto, menjelaskan bahwa kehadiran mitra pengemudinya dalam pertemuan tersebut adalah valid.
"Kami menyampaikan bahwa mitra pengemudi yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah pengemudi resmi yang terdaftar di platform Maxim dan aktif melayani masyarakat," kata Arkam dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (2/9/2025).
Ia menambahkan bahwa pertemuan tersebut merupakan agenda resmi atas arahan Kantor Wakil Presiden yang bertujuan untuk menyerap aspirasi dari para perwakilan ojol dari berbagai aplikasi.
Konteks Pertemuan: Buntut Tragedi Kematian Affan Kurniawan
Pertemuan antara Wapres Gibran dan perwakilan ojol ini digelar sebagai respons atas tragedi tewasnya seorang pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan, yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat kericuhan demo pada 28 Agustus lalu.
Dalam pertemuan tersebut, para pengemudi yang mengenakan jaket dari berbagai aplikasi seperti Gojek, Grab, Maxim, dan inDrive, menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada Gibran.
Upaya Dialog di Tengah Ketegangan
Klarifikasi dari Maxim ini menjadi penting untuk menepis anggapan bahwa pertemuan tersebut hanya dihadiri oleh "ojol palsu" atau perwakilan yang tidak sah.
Pihak Maxim juga menegaskan komitmen mereka untuk selalu mengedukasi para mitranya agar menjaga ketertiban dan menghindari aksi anarkis.
Langkah dialog yang diinisiasi oleh Wapres Gibran ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan komunitas ojol yang tengah berduka dan menuntut keadilan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo