Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kontroversi Pertemuan Wapres Gibran dengan Ojol: Ada yang ‘Rekayasa’? Garda Indonesia Tegaskan: Ojol yang Temui Wapres Gibran Tidak Resmi!

Damianus Bram • Selasa, 2 September 2025 | 19:48 WIB
Wapres Gibran Rakabuming Raka melakukan pertemuan dengan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Istana Wapres, Jakarta, pada Minggu (31/8/2025).
Wapres Gibran Rakabuming Raka melakukan pertemuan dengan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Istana Wapres, Jakarta, pada Minggu (31/8/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Pertemuan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dengan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Istana Wapres, Jakarta pada Minggu (31/8/2025) kemarin, menjadi sorotan publik.

Namun, Asosiasi Driver Ojol Garda Indonesia menegaskan bahwa peserta yang hadir tidak mewakili aspirasi seluruh pengemudi ojol di Indonesia.

Ketua Garda Indonesia, Igun Wicaksono, menegaskan hal itu pada Selasa (2/9/2025).

"Kita gak mengetahui mereka siapa. Apa mereka orang ini aplikasi yang hanya rekayasa ojol atau mereka ojol yang disuruh aplikasi. Mereka bukan orang asosiasi, tidak mewakili ojol," tegas Igun, dikutip dari Kumparan.

Igun menjelaskan bahwa Garda Indonesia adalah satu-satunya asosiasi resmi yang memiliki DPD di seluruh Indonesia dan berhak mewakili pengemudi ojol secara sah.

"Rekan-rekan pengemudi ojol se-Indonesia mempertanyakan mereka mewakili siapa. Yang resmi terdaftar di negara ini Garda Indonesia, DPD-nya seluruh Indonesia yang mewakili rekan-rekan di Indonesia," lanjutnya.

Ia menilai undangan Setwapres untuk pertemuan itu terkesan ceroboh dan tanpa komunikasi terbuka.

"Ini kecerobohan Setwapres tidak melakukan komunikasi terbuka, karena kami sebagai asosiasi yang selama ini melakukan pergerakan atau aksi tidak termediasi," tambah Igun.

Igun juga mempertanyakan status kelompok pengemudi ojol yang hadir:

"Andai kata ojol mereka mewakili sendiri, mereka bukan lembaga, mereka sendiri. Apa nama kelompok atau organisasi mereka? Hingga saat ini mereka tidak menyampaikan ke publik siapa mereka. Ojol seluruh Indonesia menolak," tegasnya.

Dalam pantauan, terlihat peserta pertemuan berasal dari berbagai platform, seperti Gojek, Grab, Maxim, dan InDrive, masing-masing mengenakan jaket perusahaan.

Mereka duduk bersama Wapres Gibran di meja bundar, menyampaikan aspirasi, sebelum menutup pertemuan dengan bersalaman dan berfoto bersama.

Garda Indonesia menegaskan aspirasi pengemudi ojol seluruh Indonesia tidak dapat diwakili oleh pihak yang tidak resmi.

Sorotan Publik soal Penampilan

Selain isu resmi, publik juga menyoroti penampilan salah satu pengemudi ojol.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @setwapres.ri, terlihat seorang pengemudi mengenakan sepatu mirip Air Jordan 1 Low Gym Red dengan harga di pasaran Indonesia Rp 1,8–2,5 juta.

Netizen menilai penampilan tersebut tidak sesuai keseharian pengemudi ojol yang umumnya menghadapi keterbatasan ekonomi:

"Gw tiap hari naik Gojek dan GoFood, gak ada yang tampilannya rapih begini," komentar akun @nurjanah03s.

"Gak yakin orang-orang ojol ini....serius dah," tulis akun @denes_denesss.

Beberapa warganet menuding pertemuan sengaja dibuat-buat, menyerupai pertemuan Presiden Jokowi dengan alumni Fakultas Kehutanan UGM yang dinilai politis.

"Kayak bapaknya aja reuni UGM," komentar akun @glenndyperuge.

Pernyataan Rahman Thohir Jadi Sorotan

Rahman Thohir dari Komunitas Drive Online Indonesia menyampaikan dampak eskalasi demonstrasi terhadap penghasilan ojol di Jakarta:

"Keadaan hari ini, karena beberapa hari terakhir teman-teman ojek online terganggu dalam mata pencarian. Jumlah penumpang menurun dan kami merasa was-was, mengingat eskalasi di beberapa daerah makin meningkat," ujarnya.

Ia menambahkan edukasi kepada rekan-rekannya agar tidak terpancing isu provokatif seputar unjuk rasa.

"Kami berharap demonstrasi tidak berujung anarkis atau merusak fasilitas umum. Itu memang tidak kami inginkan," tegas Rahman.

Namun, istilah yang digunakan, seperti “taruna”, menimbulkan tanda tanya warganet.

"Eskalasi? Taruna?? Are you kidding me right now???" tulis akun @anda_yoseph.

"Pencitraan terus, kalian pikir kami ini bodoh? Mitra driver tidak ada yang seperti mereka," tambah akun @andipradana90.

"Terlihat di menit 1.05 'TARUNA DI WILAYAH MASING2'. Gibran udah mirip bapaknya, tukang settingan," komentar akun @sigit_supriyatna.

Pertemuan ini memicu perdebatan sengit di media sosial, antara mengapresiasi dialog Wapres Gibran dengan pengemudi ojol dan mempertanyakan keaslian serta penampilan peserta yang hadir. (dam)

 

Editor : Damianus Bram
#viral #wakil presiden #Wapres Gibran #gibran rakabuming raka #ojek online #driver ojol #garda indonesia