SOLOBALAPAN.COM - Di tengah gejolak politik yang memanas akibat ucapan kontroversialnya, politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, kini diduga telah meninggalkan Indonesia dan terbang lebih jauh ke Frankfurt, Jerman, pada Minggu (31/8/2025) dini hari.
Kabar ini beredar luas hanya beberapa jam setelah ia menyampaikan permintaan maaf kepada publik melalui media sosial.
Langkah ini, ditambah dengan sanksi penonaktifan dari partainya, menempatkan karier politik sang "Sultan Priok" kini benar-benar berada di ujung tanduk.
Diduga Terbang ke Jerman dengan Singapore Airlines
Informasi mengenai kepergian Sahroni ke Jerman pertama kali diembuskan oleh akun X (dulu Twitter) @senjatanuklir.
Akun tersebut membeberkan detail penerbangan yang diduga dinaiki oleh Sahroni dari Singapura.
"AS dikabarkan naik SQ first class ke Frankfurt," tulis akun tersebut. "SQ326 SIN - FRA, AIRBUS A380 - 800 (9V-SKV)," sambungnya, menyebutkan nomor penerbangan dan jenis pesawat.
Permintaan Maaf dan Penolakan untuk Pulang
Sebelum kabar kepergiannya ke Jerman mencuat, Ahmad Sahroni sempat mengunggah sebuah permintaan maaf melalui akun X @SahroniNasdem.
"Untuk seluruh rakyat Indonesia, saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan yang telah saya lontarkan," tulisnya.
Namun, yang paling menyita perhatian adalah pernyataannya yang menolak untuk kembali ke Tanah Air dalam waktu dekat, dengan alasan keamanan.
"Untuk permintaan agar saya kembali ke tanah air, mohon maaf belum bisa saya penuhi. Karena saya harus menjaga keamanan diri dan keluarga saya," jelasnya.
Dinonaktifkan Partai, Dituntut Dipecat Permanen
Partai NasDem merespons cepat kemarahan publik.
Melalui surat yang ditandatangani Ketua Umum Surya Paloh, partai tersebut secara resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari keanggotaan DPR RI mulai hari ini, Senin (1/9/2025).
Namun, bagi aktivis diaspora Indonesia, Salsa Erwina Hutagalung, yang pertama kali menantangnya berdebat, sanksi ini tidaklah cukup.
Ia secara tegas menuntut agar Sahroni dipecat secara permanen. "Kami tidak mau lagi lihat orang ini di parlemen," tulis Salsa.
Masa Depan Politik yang Suram
Dengan rumahnya yang diserbu massa, status nonaktif dari partai, dan kini dugaan "kabur" ke luar negeri, masa depan politik Ahmad Sahroni terlihat semakin suram.
Publik kini menantikan apakah Partai NasDem akan mengambil langkah yang lebih tegas, yaitu pemecatan permanen, untuk menjawab tuntutan publik dan memulihkan citra partai yang tercoreng akibat ulah kadernya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo