Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Viral! Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Naikkan Pangkat Aparat yang Terluka Usai Jenguk Polisi Korban Kerusuhan

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 2 September 2025 | 00:30 WIB
Prabowo Subianto Presiden RI.
Prabowo Subianto Presiden RI.

SOLOBALAPAN.COM - Presiden RI, Prabowo Subianto, memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada seluruh aparat kepolisian yang menjadi korban dalam rangkaian aksi demonstrasi anarkis di Jakarta beberapa hari terakhir.

Perintah tegas ini disampaikan langsung oleh Presiden setelah menjenguk para korban, baik dari aparat maupun masyarakat sipil, yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada hari ini, Senin (1/9/2025).

'Mereka Membela Negara, Membela Rakyat'

Presiden Prabowo, yang tampak prihatin dengan kondisi para korban, menyatakan bahwa kenaikan pangkat ini adalah bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan pengorbanan para aparat di lapangan.

"Saya sampaikan ke Kapolri, saya minta semua petugas dinaikkan pangkat. Dinaikkan pangkat luar biasa karena bertugas di lapangan membela negara, membela rakyat, menghadapi anasir-anasir," kata Prabowo.

Selain kenaikan pangkat, ia juga memerintahkan agar para korban diberi penghargaan lain seperti kesempatan pendidikan lanjutan.

Kondisi Korban Memilukan

Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa total ada 43 korban yang dirawat di RS Polri, terdiri dari 14 anggota Polri dan tiga warga sipil yang masih menjalani perawatan intensif. Beberapa di antaranya mengalami luka yang sangat berat.

Kondisi para korban meliputi cedera kepala parah hingga tempurung kepala harus diganti titanium, tangan putus yang berhasil disambung kembali, hingga kerusakan ginjal akibat diinjak-injak massa.

Presiden Tegaskan Bedakan Perusuh dan Pendemo Murni

Presiden menegaskan bahwa aparat wajib melindungi para demonstran yang menyampaikan aspirasi secara damai.

Namun, ia menilai aksi yang terjadi beberapa hari terakhir telah disusupi oleh kelompok perusuh.

"Niatnya bukan menyampaikan pendapat, niatnya adalah bikin rusuh, mengganggu kehidupan rakyat, menghancurkan upaya pembangunan nasional," tegas Prabowo.

1.240 Orang Ditangkap, Aktor Intelektual Diincar

Di sisi lain, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri melaporkan bahwa pihaknya telah menangkap 1.240 orang terkait kerusuhan yang terjadi sejak 25 hingga 29 Agustus lalu.

Mayoritas dari mereka disebut berasal dari luar Jakarta.

Asep menegaskan bahwa pihaknya kini tengah mengincar para aktor intelektual dan provokator di balik aksi perusakan dan penjarahan.

"Kami sudah mendeteksi, sudah tinggal tunggu saja kita akan melakukan upaya tindakan tegas, penangkapan," ucapnya. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#viral #polisi #aparat #kapolri #Presiden Prabowo #korban kerusuhan #pangkat