SOLOBALAPAN.COM - Rumah Ahmad Sahroni, anggota Komisi I DPR RI, porak-poranda setelah diserbu massa di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Tak hanya dirusak, isi rumah milik politisi yang dikenal dengan julukan crazy rich Tanjung Priok itu juga dijarah habis-habisan.
Di tengah kericuhan tersebut, Ahmad Sahroni akhirnya angkat suara lewat akun X resminya @SahroniNasdem yang baru dibuat pada Agustus 2025.
“Ya Allah.. kenapa jadi sampai ky gini,” tulisnya dalam unggahan singkat yang memperlihatkan kesedihannya.
Ia menambahkan, “Belum pernah merasa sekehilangan ini,” sambil menegaskan bahwa dirinya hanya bisa berserah diri kepada Allah agar diberi ganti yang lebih baik.
Namun, bukan hanya soal rumah dan harta benda yang ia curahkan.
Sahroni juga meluapkan kekecewaan kepada lingkungan sekitar rumahnya.
“Punya tetangga, yang katanya keluarga. Ga ada rasa saling jaganya. Mereka LUPA, siapa yg selama ini bantu mereka Anak sekolah, cicilan motor, keluarga sakit, dll,” tulisnya lagi.
Ungkapan itu memicu reaksi publik di kolom komentar.
Ada yang menilai ucapan tersebut terkesan mengungkit kebaikan masa lalu sehingga seolah tidak ikhlas.
Dengan tegas, Sahroni membalas, “Yang bilang ga ikhlas siapa ?? Ini buat renungan mereka aja jangan jadi kacang lupa kulitnya..”
Tak berhenti di situ, Ahmad Sahroni juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
“Untuk seluruh rakyat Indonesia, saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan yang telah saya lontarkan,” ujarnya.
Imbasnya: Dinonaktifkan dari DPR
Di sisi lain, DPP Partai NasDem langsung merespons kisruh yang menyeret dua kadernya, yakni Ahmad Sahroni dan artis Nafa Urbach.
Keduanya resmi dinonaktifkan dari keanggotaan DPR RI Fraksi NasDem.
“Terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025, DPP Partai NasDem menonaktifkan saudara Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem,” bunyi siaran pers DPP Partai NasDem pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Langkah ini diambil setelah pernyataan Sahroni dan Nafa dianggap menyinggung serta melukai hati rakyat.
Bahkan, sebelumnya Sahroni sempat melontarkan kalimat kontroversial, “Orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia.”
Sementara Nafa Urbach menuai kritik lantaran membela tunjangan rumah anggota DPR senilai Rp50 juta.
Ia menyebut tunjangan itu wajar karena DPR sudah tidak lagi mendapat rumah dinas.
“Banyak sekali anggota Dewan yang dari luar kota, maka dari itu banyak sekali anggota dewan yang kontrak di dekat senayan supaya memudahkan mereka untuk ke DPR, ke kantor. Saya saja yang tinggal di Bintaro itu macetnya luar biasa, ini sudah setengah jam di perjalanan masih macet,” ujarnya.
Pernyataan itu langsung memicu kecaman publik karena dianggap tidak berpihak pada kondisi masyarakat.
Nafa kemudian mencoba meredakan dengan janji akan memberikan seluruh gaji dan tunjangannya kepada guru. (lz)
Editor : Laila Zakiya