Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Viral! Bea Cukai Kembali Jadi Bulan-Bulanan Warganet, Buntut Sampel Mouse Gaming yang Belum Dijual Ditagih Rp 8,9 Juta

Damianus Bram • Kamis, 28 Agustus 2025 | 16:16 WIB
Anggota Bea Cukai mengoperasikan mesin pemindai X-ray di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (11/06/2025).
Anggota Bea Cukai mengoperasikan mesin pemindai X-ray di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (11/06/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Bea Cukai kembali jadi bulan-bulanan warganet. Kasus terbaru mencuat setelah seorang pengguna X, @renzum1, mengunggah video viral tentang seorang gamer yang ditagih Rp 8,9 juta untuk sebuah mouse gaming.

Padahal barang tersebut masih berupa sampel produk yang dikirim dari luar negeri dan belum dijual secara komersial.

Dalam unggahannya, @renzum1 menjelaskan bahwa mouse itu dikirim sebagai bentuk kolaborasi antara seorang streamer e-sport dengan sebuah brand perangkat gaming.

Namun, barang yang seharusnya hanya digunakan untuk uji coba justru dikenakan pungutan karena Bea Cukai menaksir sendiri nilainya.

“Mousenya dikirim buat test sample, eh dipalak Bea Cukai 8,9 juta buat produk yang bahkan belum ada harganya. Katanya Becuk yang taksir-taksir sendiri harganya,” tulis @renzum1 pada Rabu (27/8/2025).

Unggahan itu langsung memicu reaksi keras. Banyak warganet mengaku jengkel karena kasus serupa sering berulang dan menilai Bea Cukai justru mempersulit warga yang ingin berkolaborasi atau mengembangkan usaha.

Keluhan publik makin memanas karena penilaian dianggap tidak transparan, seakan nilai barang hanya “ditaksir seenaknya”.

Beberapa netizen juga menyinggung dugaan sistem insentif di lembaga pemerintah yang membuat petugas berlomba-lomba mengejar target pungutan.

Meski ada sebagian warganet yang mencoba mengingatkan aturan impor—bahwa barang dengan nilai di atas USD 3 memang dikenakan bea masuk dan pajak—namun suara itu tenggelam oleh gelombang kritik pedas.

Klarifikasi Bea Cukai

Ramainya protes membuat akun resmi @bravobeacukai turun tangan memberikan penjelasan.

“Halo, setiap barang kiriman impor dengan nilai di atas USD 3 dikenakan Bea Masuk dan Pajak. Untuk barang yang bukan hasil transaksi, penetapan nilai barang berdasarkan nilai transaksi barang identik atau serupa,” tulis akun resmi Bea Cukai.

Namun klarifikasi tersebut gagal meredam amarah publik. Mayoritas warganet menilai penjelasan itu hanya normatif dan tidak menyentuh persoalan utama, yakni transparansi serta akurasi penentuan nilai barang.

Kasus ini menambah panjang daftar kontroversi Bea Cukai yang kerap viral di media sosial.

Mulai dari barang titipan pribadi, koleksi hobi, hingga donasi, publik menilai proses berbelit serta pungutan tinggi membuat masyarakat kesulitan.

“Selalu ada drama tiap kali barang impor nyangkut di Bea Cukai. Rasanya lembaga ini bukan mempermudah, malah menghalangi orang berkembang,” tulis seorang pengguna X.

Tak sedikit pula netizen yang mempertanyakan perbedaan perlakuan antara warga biasa dengan pejabat yang kerap lolos tanpa pajak.

“Transparansi itu kunci. Kalau nilainya jelas dan ada dasar hukum, mungkin orang masih bisa terima. Tapi kalau main taksir, ya wajar orang kesal,” tambah akun lain. (dam)

Editor : Damianus Bram
#viral #Mouse Gaming #warganet #netizen #gamer #sampel #bea cukai