SOLOBALAPAN.COM – Bupati Pati Sudewo, menegaskan dirinya tidak akan mengundurkan diri dari jabatan meski menghadapi desakan mundur akibat kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) hingga 250 persen.
Politikus Partai Gerindra itu menekankan akan tetap konsisten memimpin Kabupaten Pati sesuai amanah rakyat.
"Saya akan istiqomah, akan amanah untuk membangun Kabupaten Pati untuk sebaik-baiknya," ujar Sudewo usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dikutip dari JawaPos.com, Rabu (27/8/2025).
Dalam kesempatan itu, Sudewo yang hadir sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta api di DJKA Kementerian Perhubungan juga meminta warganya tetap kompak.
"Saya mendukung masyarakat untuk tetap solid," tegasnya.
Imbauan Mendagri Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan, Sudewo tetap wajib menjalankan roda pemerintahan seperti biasa meski tengah menghadapi isu pemakzulan.
Tito menyebut, mekanisme politik memiliki jalur hukum yang jelas sehingga tidak boleh mengganggu jalannya pemerintahan daerah.
"Saya sampaikan bahwa pemerintahan tetap berjalan, sesuai aturan undang-undang. Bupati kan tetap bisa berjalan," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (18/8/2025).
Menurut Tito, meski DPRD memiliki hak mengajukan pemakzulan, pemerintahan daerah tetap berjalan normal hingga adanya putusan final dari Mahkamah Agung (MA).
Ia mencontohkan kasus serupa yang pernah terjadi di Jember, Jawa Timur.
"Sama seperti dulu waktu di Jember, DPRD mengajukan pemakzulan, tapi pemerintahan tetap berjalan. Nanti Mahkamah Agung yang menjadi wasitnya," jelas Tito.
Latar Belakang Isu Pemakzulan
Desakan pemakzulan terhadap Bupati Pati muncul setelah kenaikan PBB P2 sebesar 250 persen memicu gelombang protes besar pada Rabu (13/8/2025). Unjuk rasa itu bahkan berujung kerusuhan di Kabupaten Pati.
Di tengah aksi tersebut, DPRD Kabupaten Pati menggelar sidang paripurna mendadak dan menyepakati pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket untuk memakzulkan Sudewo.
Menariknya, seluruh fraksi DPRD, termasuk Partai Gerindra yang merupakan partai pengusung Sudewo, menyatakan setuju.
Dukungan juga datang dari fraksi PDIP, PPP, PKB, PKS, Demokrat, hingga Golkar. (dam)
Editor : Damianus Bram