SOLOBALAPAN.COM - Kasus pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta, menyeret nama besar yang tak asing di jagat maya: Dwi Hartono.
Sosok yang pernah dielu-elukan sebagai motivator sukses sekaligus "Crazy Rich Jambi" ini ternyata menyimpan jejak gelap yang mengejutkan.
Dwi bukan hanya menjadi otak di balik penculikan dan pembunuhan Ilham, tetapi juga terbongkar memiliki sumber kekayaan haram dari bisnis ilegal yang telah lama ia jalankan.
Dari Sultan Jambi Jadi Tahanan Polisi
Dwi Hartono sempat dijuluki sebagai Sultan Jambi karena mempunyai harta melimpah dan sifat dermawan.
Kekayaannya disebut berasal dari bisnis bimbingan belajar (bimbel) bernama Smart Solution. Namun, kejayaan itu runtuh saat ia ditangkap polisi atas kasus pembunuhan.
“Dia bisa mengubah ijazah IPS menjadi IPA. Bahkan ada paket masuk universitas dengan biaya ratusan juta rupiah,” kata Kapolrestabes Semarang yang saat itu dijabat Kombes Pol Elan Subilan.
Terungkap bahwa bimbel tersebut bukanlah lembaga pendidikan murni, melainkan kedok untuk menjalankan praktik pemalsuan ijazah dan joki masuk universitas.
Jejak Kelam Sejak 2012
Bukan kali pertama Dwi bersinggungan dengan hukum.
Pada 2012, ia pernah ditangkap Polrestabes Semarang karena kasus serupa.
Ia bahkan menggunakan smartwatch untuk membantu aksi joki ujian masuk perguruan tinggi.
Popularitas Dwi sebagai influencer dan motivator membuat publik sulit percaya bahwa ia menyimpan bisnis gelap.
Selama ini, ia dikenal ramah, dermawan, bahkan sering membagikan konten motivasi hidup di media sosialnya.
Otak Pembunuhan Ilham Pradipta
Fakta mengejutkan muncul setelah polisi berhasil menangkap Dwi pada Sabtu, 23 Agustus 2025, di Solo, Jawa Tengah.
Ia dipastikan berperan sebagai otak pembunuhan Kacab Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta.
"UGM telah berkoordinasi intensif dengan Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. UGM mengonfirmasi bahwa DH adalah mahasiswa baru Semester 1 Program Studi Magister Manajemen (Kampus Jakarta), FEB UGM," kata I Made Arsana dilansir dari Detik.com.
Tragisnya, korban ditemukan tewas di Serang Baru, Bekasi, usai diculik dari lokasi meeting di Pasar Rebo, Jakarta.
Sosok yang Penuh Kontradiksi
Di balik kasusnya, Dwi dikenal sangat dekat dengan keluarga. Ia kerap mengunggah momen mesra bersama istri, berlibur ke luar negeri, hingga berinteraksi dengan pejabat.
Namun, bayang-bayang bisnis ilegal dan kasus kriminal membuat citra itu runtuh.
Apalagi, rumor menyebut pembunuhan Ilham berkaitan dengan dugaan pembongkaran kredit palsu.
Jejak Bisnis yang Tak Pernah Bersih
Selain bimbel, Dwi ternyata pernah mencoba berbagai bisnis lain, mulai dari rental PS2, kuliner, hingga proyek reklamasi tanah. Dari sana, ia sempat meraup miliaran rupiah.
Tak berhenti, ia juga mendirikan bimbingan belajar Guruku.com, meski pada akhirnya namanya tetap lekat dengan praktik curang. (lz)