SOLOBALAPAN.COM - Nama Dwi Hartono belakangan ramai menjadi sorotan publik.
Ia bukan hanya dikenal sebagai motivator dan sosok yang kerap dipuja sebagai “Sultan Jambi”, melainkan juga kini terseret dalam kasus pembunuhan Kepala Cabang bank BUMN, Mohammad Ilham Pradipta.
Dwi disebut sebagai otak di balik penculikan sekaligus pembunuhan yang menewaskan Ilham.
Penangkapan dirinya pada Sabtu, 23 Agustus 2025 di Solo, Jawa Tengah, membuka tabir gelap masa lalunya yang selama ini tersembunyi.
Dari Sultan Jambi hingga Motivator Dermawan
Sebelum kasus ini mencuat, Dwi dikenal publik sebagai pria kaya raya asal Jambi.
Julukan “Sultan Jambi” melekat padanya karena gaya hidup glamor dan sifatnya yang dermawan.
Ia membangun citra sebagai motivator sukses, influencer, hingga pengusaha pendidikan lewat bimbel yang ia dirikan bernama Smart Solution.
Dari situ, Dwi tampil di media sosial layaknya penggerak motivasi hidup, sering mengunggah momen bersama keluarga hingga liburan ke luar negeri.
Namun di balik citra dermawan dan family man, Dwi ternyata menyimpan rahasia bisnis gelap yang pernah menjerumuskannya ke jeruji besi.
Bimbel Kamuflase: Pemalsuan Ijazah hingga Joki Masuk Universitas
Terkuak, bisnis bimbel Smart Solution bukan sekadar tempat belajar bagi anak-anak.
Dari rekam jejaknya, Dwi diketahui pernah ditangkap Polrestabes Semarang pada 2012 karena menjalankan praktik pemalsuan ijazah hingga joki masuk universitas.
“Dia bisa mengubah ijazah IPS menjadi IPA. Bahkan ada paket masuk universitas dengan biaya ratusan juta rupiah,” kata Kapolrestabes Semarang yang saat itu dijabat Kombes Pol Elan Subilan.
Dalam praktik joki, Dwi bahkan menggunakan teknologi smartwatch untuk melancarkan aksinya.
Bisnis ilegal itu mengungkap sisi lain Dwi, yang bertolak belakang dengan citra motivator yang ia bangun di publik.
Dwi Hartono Mahasiswa S2 UGM
Meski rekam jejak kelamnya sudah terbongkar, Dwi sempat tercatat sebagai mahasiswa pascasarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM). Fakta ini dikonfirmasi langsung oleh pihak kampus.
"UGM telah berkoordinasi intensif dengan Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. UGM mengonfirmasi bahwa DH adalah mahasiswa baru Semester 1 Program Studi Magister Manajemen (Kampus Jakarta), FEB UGM," kata Juru Bicara UGM, Dr I Made Arsana, dikutip dari Detik.com pada Rabu 27 Agustus 2025.
UGM menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan serta menjunjung asas praduga tak bersalah.
Dari Motivator ke Tersangka Pembunuhan
Kini, perjalanan hidup Dwi Hartono memasuki babak kelam.
Dari motivator populer, pengusaha bimbel, hingga motivator yang kerap dipuji netizen, semua runtuh seiring status barunya sebagai otak pembunuhan.
Empat pelaku yang terlibat dalam kasus ini sudah diringkus, sementara motif pembunuhan Ilham masih diselidiki.
Publik pun terkejut karena sosok yang selama ini dianggap panutan justru terseret dalam kasus pembunuhan sadis sekaligus pernah tercatat membuka bisnis pemalsuan ijazah. (lz)
Editor : Laila Zakiya