Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Update Demo 25 Agustus 2025: Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata, Peserta Aksi Balas dengan Petasan

Damianus Bram • Selasa, 26 Agustus 2025 | 01:24 WIB
Massa aksi 25 Agustus di Gedung DPR/ MPR RI melawan dengan melemparkan balik gas air mata hingga petasan ke arah polisi.
Massa aksi 25 Agustus di Gedung DPR/ MPR RI melawan dengan melemparkan balik gas air mata hingga petasan ke arah polisi.

SOLOBALAPAN.COM – Demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025), berakhir ricuh.

Massa aksi yang memprotes kebijakan pemerintah dan DPR dihujani gas air mata oleh aparat kepolisian, sementara mereka membalas dengan petasan asap dan kembang api.

Menurut laporan JawaPos.com, sekitar pukul 14.30 WIB massa sudah dilarang mendekat ke gedung DPR/MPR dan ditahan di bawah flyover Jalan Gerbang Pemuda.

Ratusan peserta tetap menyuarakan aspirasi sambil mengibarkan bendera One Piece.

Bentrokan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat polisi memaksa mundur massa.

Kendaraan lapis baja aparat turut mengawal barisan polisi yang membawa tameng, tongkat, dan gas air mata. Beberapa massa aksi ditangkap dalam penertiban tersebut.

Tak lama setelah massa membubarkan diri, aparat yang tengah bersiaga kaget dengan lemparan petasan asap dari atas flyover dan seberang tol dalam kota.

Bahkan, petasan kembang api sempat dilempar balik ke arah polisi, memaksa aparat kembali siaga hingga massa mundur lagi.

Tuntutan Demonstrasi 25 Agustus 2025

Berdasarkan akun Instagram @gejayanmemanggil, aksi ini mengusung sembilan tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah dan DPR:

Polisi Klaim Pengamanan Humanis

Sebanyak 1.250 personel gabungan Polri, TNI, dan Pemda DKI dikerahkan untuk mengamankan aksi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menegaskan, pengamanan dilakukan tanpa senjata api dan mengutamakan pendekatan persuasif.

"Kami ingin memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Pengamanan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran penyampaian aspirasi publik," ujar Susatyo.

Seluruh perwira telah mengikuti Tactical Wall Game (TWG) dan apel gabungan untuk menyamakan persepsi soal peta kerawanan dan strategi pengamanan humanis.

Polisi meminta massa aksi tetap menjaga ketertiban, tidak merusak fasilitas umum, membakar ban, atau menutup akses jalan.

"Silakan menyampaikan pendapat, tetapi tetap dalam koridor hukum dan ketertiban. Kami hadir untuk memastikan semuanya berjalan aman dan kondusif," tambah Susatyo.

Polisi juga mengimbau masyarakat menghindari kawasan DPR/MPR RI dan menggunakan jalur alternatif, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

"Hingga kini, kondisi sekitar DPR terpantau aman dan terkendali. Sejumlah massa aksi mulai mendatangi depan gedung DPR," pungkasnya. (dam)

Editor : Damianus Bram
#polisi #demo #demonstrasi #ricuh #DPR/MPR #25 Agustus #gas air mata