SOLOBALAPAN.COM - Perceraian antara Pratama Arhan dan Azizah Salsha membuat publik ramai menyoroti kehidupan pribadi keduanya.
Tak hanya soal sidang cerai yang berlangsung di Pengadilan Agama Tigaraksa, nama Philo Paz Armand—mantan Azizah—juga ikut terseret.
Banyak warganet penasaran: jika dibandingkan, siapa sebenarnya yang lebih kaya, Pratama Arhan atau Philo Paz Armand?
Kekayaan Pratama Arhan
Pratama Arhan, 23 tahun, merupakan bek kiri andalan Timnas Indonesia.
Kariernya menanjak sejak bergabung dengan klub Jepang, Tokyo Verdy, hingga kini memperkuat Suwon FC di Liga Korea Selatan.
Pendapatan Arhan berasal dari:
* Gaji klub: diperkirakan mencapai miliaran rupiah per tahun.
* Bonus Timnas: terutama dari ajang Piala Asia dan Kualifikasi Piala Dunia.
* Endorsement & sponsor: Arhan pernah menjadi wajah brand besar, mulai apparel olahraga hingga produk lifestyle.
Berkat itu, Arhan kerap disebut sebagai salah satu pesepak bola Indonesia dengan nilai komersial tinggi.
Kekayaan Philo Paz Armand
Sementara itu, Philo Paz Armand berasal dari keluarga tajir sejak lahir.
Ia adalah anak dari almarhum Maxwell Armand, pengusaha sukses di bidang tambang dan otomotif, serta artis Jennifer Jill.
Philo sempat meniti karier sebagai pembalap profesional. Bahkan, ia pernah turun di ajang GP2 Series 2016 bersama tim Trident Racing, yang biayanya tentu tak sedikit.
Meski kini tak lagi aktif di lintasan, gaya hidup Philo tetap menunjukkan kelas sultan.
Ia kerap terlihat dengan mobil mewah, liburan ke luar negeri, hingga nongkrong di lingkaran sosial elite Jakarta.
Siapa Lebih Kaya?
Jika dibandingkan, Arhan mengandalkan jerih payah karier sepak bola dan iklan, sedangkan Philo sudah memiliki privilege kekayaan keluarga sejak kecil.
Secara aset keluarga dan latar belakang, Philo jelas lebih mapan.
Namun, dari sisi penghasilan pribadi saat ini, Pratama Arhan bisa dibilang lebih stabil berkat karier internasionalnya sebagai atlet profesional.
Tak heran jika netizen ramai memperdebatkan siapa yang lebih unggul. Sebagian menyebut Arhan adalah contoh sukses "from zero to hero", sementara Philo tetap identik dengan citra "crazy rich muda Jakarta". (lz)
Editor : Laila Zakiya