SOLOBALAPAN.COM – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan insiden mengejutkan di SDN 5 Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Dalam rekaman tersebut, seorang guru perempuan berstatus ASN mengamuk di tengah upacara bendera hingga mengancam akan mencekik muridnya.
Guru ASN Ngamuk di Tengah Upacara
Peristiwa ini terjadi pada Senin (21/8/2025). Awalnya, suasana upacara berlangsung tertib dengan murid dan guru berbaris rapi di lapangan.
Namun, tiba-tiba seorang guru berinisial H, yang juga menjabat kepala sekolah sekaligus pengajar PJOK, masuk ke tengah lapangan dengan emosi meluap.
Dalam video yang beredar, ia terdengar membentak murid dan guru lain karena marah sejumlah tenaga pengajar absen dalam upacara.
“Kalau enggak saya cekekin nih anak-anak. Ini instruksi, setiap Senin tidak ada guru yang boleh absen. Lapor kamu sama bupati,” ucapnya dengan nada tinggi.
Siswa Panik, Ada yang Menangis
Aksi tersebut membuat suasana kacau. Beberapa siswa terlihat ketakutan, bahkan ada yang menangis dan berlari masuk kelas.
Sementara itu, Guru lain yang berusaha menenangkan keadaan justru ikut dimarahi.
Tak berhenti sampai di situ, H kembali mendekati seorang murid dengan ancaman, membuat siswa lain semakin panik.
Rekaman kejadian pertama kali diunggah akun TikTok Berita Lampung dan langsung menyebar luas.
Netizen Kecam Perilaku Sang Guru
Video ini menuai kecaman dari warganet. Banyak yang menilai tindakan guru tersebut tidak pantas dilakukan, apalagi di depan siswa yang seharusnya merasa aman di sekolah.
“Sekolah itu tempat belajar, bukan tempat menakut-nakuti anak,” tulis salah satu komentar netizen.
Sebagian besar komentar juga menyoroti ancaman fisik yang terlontar. Menurut mereka, disiplin boleh ditegakkan, tetapi mengancam hingga membuat murid menangis adalah perilaku yang tidak layak dari seorang pendidik.
Ada Netizen yang Memaklumi, Tapi Tetap Salah
Meski mayoritas mengecam, ada pula warganet yang mencoba memahami kemungkinan beban kerja atau tekanan yang dialami sang guru.
Namun, mereka tetap menegaskan bahwa cara penyampaian emosi tersebut salah besar dan berpotensi melukai psikologis anak.
Kasus ini sekaligus menyoroti persoalan serius dalam dunia pendidikan: bagaimana menegakkan disiplin guru tanpa mengorbankan kenyamanan dan keamanan siswa.
Belum Ada Respons Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan setempat belum memberikan keterangan resmi terkait insiden yang tengah viral tersebut. (dam)
Editor : Damianus Bram