SOLOBALAPAN.COM – Chris Martin memastikan Coldplay tetap mempertahankan tradisi kiss cam dalam konser mereka, meski sempat memicu skandal besar yang menyeret mantan CEO Astronomer, Andy Byron, dan eks kepala HR Kristin Cabot.
Dalam konser Music of the Spheres World Tour di Hull, Inggris, beberapa waktu lalu, vokalis Coldplay itu menegaskan bahwa momen interaksi dengan penonton tersebut tak akan dihapus.
“Kami sudah lama melakukan (Jumbotron) dan baru belakangan jadi... ya, kalian tahu,” ujar Chris Martin disambut sorakan penggemar, dikutip dari JawaPos.com, Sabtu (23/8/2025).
Ia bahkan menambahkan pernyataan bijak yang langsung menyita perhatian publik.
“Hidup kadang melemparkan lemon, dan kita harus membuat limun. Jadi, kami akan terus melakukannya karena kami ingin bisa bertemu kalian,” katanya dikutip Page Six.
Ucapan Martin jelas menyinggung insiden bulan lalu di Gillette Stadium, Boston, ketika kamera menyorot Byron dan Cabot berpelukan mesra.
Saat itu, sang vokalis sempat bercanda.
“Whoa, lihat dua orang ini. Entah mereka sedang selingkuh atau cuma pemalu,” ujar Chris Martin.
Candaan itu ternyata benar. Byron dan Cabot yang sama-sama sudah menikah justru terbongkar tengah menjalin hubungan terlarang. Video kiss cam mereka pun viral, mengguncang karier keduanya.
Hanya sehari setelah rekaman tersebar, Andy Byron mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Astronomer.
Perusahaan menegaskan bahwa seorang pemimpin harus menjadi teladan dalam perilaku maupun akuntabilitas.
Istrinya, Megan Kerrigan Byron, bahkan segera menghapus nama belakang suaminya dari akun Facebook sebelum menutup profilnya.
Meski demikian, Coldplay menegaskan kiss cam tetap menjadi bagian penting dari konser mereka.
“Kami ingin menjaga kedekatan dengan penonton,” kata Martin sambil membaca poster dari penggemar yang sudah menonton band itu tiga kali dalam tiga bulan terakhir.
Dengan sikap ini, Coldplay menunjukkan bahwa meski sorotan kamera pernah menyeret dua eksekutif ke dalam skandal rumah tangga, musik dan pengalaman panggung tetap harus berjalan. (dam)
Editor : Damianus Bram