SOLOBALAPAN.COM - Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia.
Adjie Soetama, musisi sekaligus komposer legendaris, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 21 Agustus 2025 di RSCM Jakarta akibat komplikasi.
Kepergiannya sontak membuat publik, terutama pencinta musik tanah air, berduka sekaligus bernostalgia dengan deretan karya emasnya.
Perjalanan Hidup dan Profil Adjie Soetama
Dilansir dari berbagai sumber, berikut biodata mendiang:
Nama lengkap: Adjie Sasongko Soetama
Nama panggung: Adjie Soetama
Lahir: 17 September 1957
Wafat: Jakarta, 21 Agustus 2025
Profesi: Musisi, komposer, produser, penyanyi
Tahun aktif: sejak 1980-an
Instagram: @adjie_soetamaa
Sebelum terjun ke dunia musik, Adjie Soetama sempat bekerja di Kementerian Sekretariat Negara. Namun, jiwa seninya mendorongnya untuk berkarya di jalur musik sejak akhir 1970-an.
“Pertama saya mengarang lagu di kelas 5 SD tahun 1960-an. Saya pada saat itu bikin lagu dan berpikir mungkin 10 atau 15 tahun lagu-lagu saya akan dikenal orang,” ungkap Adjie Soetama dalam wawancara.
Karier yang Melegenda
Adjie Soetama merupakan sosok di balik banyak lagu populer lintas generasi.
Namanya mulai meroket ketika berkolaborasi dengan Chrisye lewat lagu “Hip Hip Hura” dan “Aku Cinta Dia.”
Beberapa karya fenomenalnya antara lain:
* “Cinta” – dinyanyikan Vina Panduwinata
* “Hip-Hip Hura” – dipopulerkan Chrisye
* “Aku Cinta Dia” – lagu Chrisye yang juga direkam ulang oleh Gita Gutawa
* “Masih Ada” dan “Antara Kita” – dibawakan Rida Sita Dewi
* “Tinggal Bilang” – dibawakan Trie Utami
* “Selamanya” – dipopulerkan Ruth Sahanaya
Bahkan, karya-karyanya masih terasa relevan hingga kini.
“Sampai sekarang yang menyanyi Hip Hip Hura banyak. Anak sekarang juga mengalami pesta, senang dengan yang datang, dulu juga begitu. Jadi saya berusaha bisa terus masuk dari masa ke masa,” ujar Adjie Soetama dalam sebuah kesempatan.
Diskografi dan Album
Adjie Soetama juga sempat merangkum karya-karyanya dalam beberapa album, di antaranya:
* Album Berdua bersama Mus Mujiono (2014) – berisi Hip Hip Hura Hura, Aku Cinta Dia, Cinta Pertama, dan lainnya.
* Album RIANG [Rida Menyanyi, Adjie Mengarang] (2014) – berisi Kau Dambaku, Tinggal Bilang, Aku Cinta Padamu, Selamanya, hingga Cinta Pertama.
Dalam perjalanan hidupnya, Adjie Soetama selalu menekankan arti konsistensi dan rendah hati.
“Kita jangan tenggelam dalam keberhasilan. Karena sekali menanggapi keberhasilan (dengan berlebihan) itu adalah saat mulanya suatu keruntuhan bagi kita. Kita merasa besar. Sudah, membumi saja. Saya dibilang enggak hebat, enggak apa-apa,” ujarnya.
Pesan ini menjadi warisan berharga, tidak hanya bagi musisi muda, tetapi juga bagi siapa pun yang berjuang di bidang seni maupun profesi lainnya.
Duka dan Warisan Abadi
Kepergian Adjie Soetama menyisakan duka mendalam. Bahkan, rekan musisi Rita Effendy sempat menuliskan ungkapan haru di kolom komentar media sosial:
“Besok tanggal 24 harusnya kita nyanyi Mas Adjieee ????????????,” tulis @rita_effendy_real.
Turut berdukacita sedalam-dalamnya untuk keluarga yang ditinggalkan. Adjie Soetama akan selalu dikenang lewat karya-karya emasnya yang abadi lintas generasi. (lz)
Editor : Laila Zakiya