SOLOBALAPAN.COM – Sosok anggota Komisi V DPR RI, Sadarestuwati, mendadak menjadi sorotan tajam warganet.
Namanya viral setelah terekam kamera ikut berjoget ria dalam irama lagu "Gemu Fa Mi Re" bersama rekan-rekannya sesaat setelah Sidang Tahunan MPR pada 15 Agustus 2025 lalu.
Momen tersebut memicu kemarahan publik karena dianggap tidak sensitif.
Aksi para wakil rakyat ini terjadi di tengah hebohnya isu kenaikan tunjangan perumahan DPR yang disebut-sebut bisa membuat total pendapatan mereka mencapai lebih dari Rp100 juta per bulan.
Lantas, siapa sebenarnya Sadarestuwati?
Profil dan Perjalanan Karier Sadarestuwati
Sadarestuwati adalah seorang politisi senior dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Ia telah menjadi anggota DPR RI selama empat periode berturut-turut sejak tahun 2009, menjadikannya salah satu legislator paling berpengalaman di Senayan.
-
Nama Lengkap: Sadarestuwati, S.P., M.M.A.
-
Lahir: Jombang, 26 Juli 1970 (Usia 55 tahun)
-
Partai: PDI Perjuangan
-
Daerah Pemilihan: Jawa Timur VIII (Madiun, Nganjuk, Jombang, Mojokerto)
-
Pendidikan: S1 Pertanian (1993) dan S2 Manajemen Agribisnis (2005) dari Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya.
Dari Guru hingga Politisi Senayan
Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, Sadarestuwati meniti karier dari berbagai bidang.
Ia pernah menjadi guru, manajer di perusahaan swasta, hingga dosen pascasarjana di almamaternya.
Sejak terpilih menjadi anggota DPR RI pada 2009, ia konsisten ditempatkan di Komisi V yang membidangi infrastruktur dan transportasi.
Di internal partai, ia memegang jabatan-jabatan strategis, termasuk pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PDIP periode 2019-2024.
Kontroversi 'Joget Gemu Fa Mi Re'
Aksi joget yang membuatnya viral terjadi di saat yang sangat sensitif.
Publik baru saja dihebohkan oleh pernyataan anggota DPR lain, TB Hasanuddin, yang mengalkulasikan pendapatan anggota dewan bisa mencapai "sekitar Rp3 juta per hari" setelah tunjangan rumah dinas sebesar Rp50 juta diberlakukan.
Kontras antara kabar pendapatan fantastis dengan video para anggota dewan yang tampak bersuka ria inilah yang memicu kemarahan dan tudingan bahwa mereka "bersenang-senang di atas penderitaan rakyat."
Cerminan Jarak antara Wakil Rakyat dan Konstituen
Insiden ini, meskipun tampak sepele, menjadi cerminan dari persepsi publik mengenai adanya jarak emosional yang lebar antara para politisi di Senayan dengan masyarakat yang mereka wakili.
Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, setiap tindakan para pejabat publik kini berada di bawah sorotan tajam dan tuntutan empati yang lebih tinggi dari sebelumnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo