SOLOBALAPAN.COM - Di tengah suasana duka atas kepergian komedian Nina Carolina atau Mpok Alpa, beredar sebuah surat wasiat bertuliskan tangan yang diklaim sebagai pesan terakhir almarhumah.
Surat tersebut berisi permintaan agar para penggemar tidak menangisinya dan ingin dikenang sebagai sosok yang selalu menghibur.
Namun, suami Mpok Alpa, Aji Darmaji, secara tegas membantah kebenaran surat tersebut dan menyatakan bahwa itu adalah hoaks.
Bantahan Keras dari Suami: 'Mpok Tidak Pernah Menulis Surat Kayak Gitu'
Aji Darmaji meluruskan informasi yang telah viral di media sosial tersebut.
Ia memastikan bahwa surat wasiat yang beredar bukanlah tulisan tangan istrinya dan isinya pun tidak benar.
“Oh, ini saya luruskan ya. Saya juga dikirimi surat itu. Mpok tidak pernah menulis surat kayak gitu,” kata Aji saat ditemui di rumah duka, Senin (18/8/2025).
Sebagai orang yang paling mengenalnya, Aji menegaskan bahwa ia sangat hafal dengan karakter tulisan tangan sang istri dan surat yang viral tersebut sama sekali tidak cocok.
Wasiat Sebenarnya: Pesan Lisan Terakhir untuk Anak-anak
Aji kemudian mengungkap wasiat atau pesan terakhir yang sesungguhnya dari Mpok Alpa. Pesan tersebut disampaikan secara lisan kepadanya, sesaat sebelum sang komedian mengembuskan napas terakhir. Wasiat tersebut sepenuhnya berisi tentang masa depan anak-anak mereka.
“Wasiatnya cuma, ‘Pak, anak-anak sekolahin yang tinggi, makannya jangan sampai kurang, anak-anak makannya harus kenyang’. Kayak gitu,” ucap Aji dengan nada haru, menirukan pesan terakhir istrinya.
Menurutnya, tidak ada pesan publik seperti yang tertulis dalam surat hoaks tersebut. Fokus utama Mpok Alpa hingga akhir hayatnya adalah kesejahteraan keempat anaknya.
Baca Juga: Anak Sulung Mpok Alpa Beberapa Kali Pingsan Usai Sang Ibu Tiada, Aji Darmaji Ungkap Kondisi Keluarga
Imbauan untuk Tidak Sebar Hoaks
Viralnya surat wasiat palsu ini telah menimbulkan kebingungan dan menambah kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Aji Darmaji berharap masyarakat dapat lebih bijak dan tidak mudah mempercayai serta menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya, terlebih dalam situasi duka.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya menghormati privasi keluarga yang sedang berduka dan tidak memanfaatkan momen tersebut untuk membuat konten yang tidak benar. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo