SOLOBALAPAN.COM - Kepergian komedian Nina Carolina, atau Mpok Alpa, pada Jumat (15/8/2025) menyisakan duka mendalam sekaligus pertanyaan besar.
Publik ramai bertanya, "Mpok Alpa sakit kanker apa?" Mengingat selama ini ia selalu tampil ceria dan energik di layar kaca.
Kini, melalui penuturan para sahabat terdekatnya, terungkap bahwa Mpok Alpa adalah seorang pejuang tangguh yang diam-diam melawan kanker payudara selama bertahun-tahun, bahkan saat ia tengah mengandung anak kembarnya.
Dirahasiakan Selama Bertahun-tahun
Menurut sahabatnya, Melaney Ricardo dan Irfan Hakim, Mpok Alpa telah berjuang melawan kanker payudara sejak tahun 2022.
Ia sengaja merahasiakan penyakitnya dari publik karena tidak ingin dikasihani dan ingin tetap bekerja secara profesional.
"Setahu saya memang Mpok Alpa ini berjuang melawan kanker payudara," kata Melaney Ricardo di rumah duka, Jumat (15/8/2025).
"Mpok Alpa cerita ke aku lah dia kena kanker payudara," lanjutnya.
Irfan Hakim menambahkan bahwa Mpok Alpa sempat bolak-balik berobat ke Malaysia dan menutupi kerontokan rambut akibat kemoterapi dengan menggunakan wig.
Perjuangan Luar Biasa Saat Hamil Anak Kembar
Perjuangan Mpok Alpa menjadi semakin berat saat ia menjalani pengobatan kanker di tengah kehamilannya pada tahun 2024.
Irfan Hakim menyebut, kondisi kehamilannya membuat ia tidak bisa menjalani pengobatan secara maksimal.
"Dalam kondisi hamil Mpok Alpa mengeluh sakit, diperiksa terkena sakit parah, pengobatan dilakukan sejak hamil," ujar Irfan Hakim.
Meski demikian, ia tetap semangat menjalani syuting dan akhirnya melahirkan kedua putra kembarnya dengan selamat pada Oktober 2024.
Mengenal Kanker Payudara, 'Pembunuh' Utama Wanita
Belajar dari perjuangan Mpok Alpa, penting bagi kita untuk mengenali kanker payudara.
Menurut WHO, ini adalah jenis kanker paling umum yang menyerang perempuan di seluruh dunia.
Kanker ini terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal di jaringan payudara.
Gejala yang Harus Diwaspadai:
-
Munculnya benjolan keras di payudara atau ketiak.
-
Perubahan bentuk atau ukuran payudara.
-
Perubahan pada kulit payudara (mengerut, kemerahan, seperti kulit jeruk).
-
Puting masuk ke dalam atau mengeluarkan cairan abnormal (termasuk darah).
Faktor Risiko:
-
Usia dan Jenis Kelamin: Risiko meningkat pada perempuan di atas 40 tahun.
-
Genetik dan Riwayat Keluarga: Memiliki riwayat kanker payudara di keluarga dekat.
-
Gaya Hidup: Obesitas, merokok, konsumsi alkohol, dan kurang olahraga.
-
Riwayat Reproduksi: Menstruasi terlalu dini atau melahirkan anak pertama di atas usia 30 tahun.
Pentingnya Deteksi Dini
Kasus Mpok Alpa menjadi pengingat tragis bahwa kanker bisa menyerang siapa saja dan sering kali gejalanya disembunyikan atau diabaikan.
Deteksi dini melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan pemeriksaan medis rutin adalah kunci utama untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Mari jadikan perjuangan Mpok Alpa sebagai inspirasi untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo