Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

#JusticeForZara Menggema! Misteri Kematian Siswi Malaysia yang Bikin Geger Publik

Damianus Bram • Senin, 18 Agustus 2025 | 21:52 WIB
Kematian Zara Qairina menjadi headline media Malaysia selama beberapa waktu belakangan.
Kematian Zara Qairina menjadi headline media Malaysia selama beberapa waktu belakangan.

SOLOBALAPAN.COM – Malaysia tengah diguncang tragedi memilukan atas kematian Zara Qairina Mahathir, siswi berusia 13 tahun yang diduga menjadi korban perundungan di sekolah asramanya, SMKA Tun Datu Mustapha Limauan, Sabah.

Kasus ini tak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga memicu gelombang kemarahan publik.

Tagar #JusticeForZara pun menggema luas di media sosial, menuntut keadilan untuk sang remaja.

Awal Tragedi

Baca Juga: Rasakan Kehilangan Sang Ibu? 1 dari Bayi Kembar Mpok Alpa Dilarikan ke Rumah Sakit usai Sang Komedian Dikabarkan Meninggal Dunia Jumat Lalu

Peristiwa bermula pada 16 Juli 2024 sekitar pukul 03.00 dini hari. Zara ditemukan tak sadarkan diri di saluran pembuangan dekat gedung asrama. Ia diduga jatuh dari lantai tiga.

Zara sempat dilarikan ke Rumah Sakit Queen Elizabeth I di Kota Kinabalu, namun nyawanya tak tertolong.

Sehari kemudian, 17 Juli, ia dinyatakan meninggal dunia dan dimakamkan di kampung halamannya, Kampung Kalamauh Mesapol, Sipitang.

Mengutip Strait Times, tragedi ini langsung menjadi sorotan nasional. Pada 18 Juli, Menteri Pendidikan Fadhlina Sidek menegaskan pihaknya bekerja sama penuh dengan kepolisian dalam proses penyelidikan.

Namun, keluarga korban menuntut transparansi. Pada 21 Juli, ibu Zara, Noraidah Lamat, meminta investigasi dilakukan secara adil.

“Terakhir kali saya bertemu putri tunggal saya adalah saat gotong royong sekolah, empat hari sebelum kejadian,” kenangnya.

Penyelidikan Polisi dan Polemik Publik

Komisaris Polisi Sabah, Jauteh Dikun, menyatakan pada 28 Juli bahwa penyelidikan menyeluruh sedang berlangsung.

Namun, isu semakin memanas ketika muncul tuduhan yang menyeret nama pejabat publik.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Mustapha Sakmud bahkan harus turun tangan membantah keterlibatan dirinya maupun istrinya, Rosnih Nasir, mantan kepala sekolah.

Ia menegaskan tuduhan tersebut fitnah yang merusak reputasi.

Pada 31 Juli, polisi memastikan penyidikan sudah memasuki tahap akhir dengan lebih dari 60 saksi telah dimintai keterangan.

Berkas kasus kemudian diserahkan ke Kejaksaan Agung (AGC) untuk ditinjau.

Tuntutan Keluarga Zara

Belum puas dengan hasil penyelidikan, pada 1 Agustus ibu Zara meminta makam putrinya dibongkar demi otopsi.

Ia juga menunjuk pengacara untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.

Namun, pengacara keluarga pada 6 Agustus mengimbau publik agar menahan diri dari spekulasi liar yang bisa mengganggu jalannya investigasi.

Pada saat yang sama, AGC mengembalikan laporan awal kepada polisi dengan instruksi untuk memperdalam penyelidikan.

Pada 7 Agustus, Noraidah dijadwalkan menyerahkan ponsel berisi rekaman audio percakapan terakhir dengan putrinya kepada polisi sebagai bukti tambahan.

Kasus ini juga diperumit dengan maraknya hoaks dan video menyesatkan.

Kementerian Pendidikan melaporkan lebih dari 10 konten palsu terkait kasus Zara yang dikhawatirkan memperburuk perundungan terhadap guru maupun siswa.

Menteri Komunikasi Fahmi Fadzil menegaskan bahwa aparat harus menindak tegas penyebar informasi palsu.

Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (KPK) juga mengingatkan publik agar tidak menyebarkan gambar anak-anak yang diduga terlibat.

Kematian Zara Qairina membuka pertanyaan besar tentang keamanan di sekolah berasrama Malaysia.

Kementerian Pendidikan berjanji memperkuat pengawasan agar siswa merasa aman dan terlindungi.

Kini, publik menantikan hasil penyelidikan resmi untuk memastikan bahwa keadilan bagi Zara benar-benar ditegakkan. (dam)

 

Photo
Photo
Editor : Damianus Bram
#Justiceforzara #viral #Zara Qairina #SMKA Tun Datu Mustapha Limauan #malaysia #perundungan