SOLOBALAPAN.COM - Dunia hiburan Indonesia berduka setelah kabar meninggalnya komedian sekaligus presenter Nina Carolina alias Mpok Alpa pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Kepergiannya yang mendadak akibat kanker payudara yang dideritanya selama tiga tahun terakhir meninggalkan luka mendalam, terutama bagi keluarga kecilnya yang masih sangat bergantung pada sosok ibu.
Bahkan, belum genap sepekan usai sang ibu berpulang, salah satu bayi kembar Mpok Alpa, Raffa, dilarikan ke rumah sakit.
Kondisi ini menambah kepiluan setelah kepergian sang komedian yang dikenal lewat logat Betawi khasnya.
Mpok Alpa Tutup Usia di 38 Tahun, Sembunyikan Sakit Demi Tampil Ceria
Kabar meninggalnya Mpok Alpa pertama kali diungkap Raffi Ahmad dan Irfan Hakim yang memandu program FYP di Trans7 secara langsung pagi ini.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun sahabat kita, Nina Carolina atau yang akrab disapa Mpok Alpa meninggal dunia, barusan ini suaminya menghubungi kita," kata Raffi Ahmad sambil menangis bersama Irfan Hakim.
Tak banyak yang tahu, Mpok Alpa semasa hidupnya pandai menyembunyikan rasa sakit. Ia bahkan tetap ceria di depan kamera meski dalam kondisi lemah akibat pengobatan kanker.
Bayi Kembar Kehilangan Sosok Ibu, Satu Dilarikan ke RS
Belum genap tujuh hari kepergian sang ibu, kini anak kembar Mpok Alpa masuk RS.
Putra komedian Mpok Alpa itu, harus masuk rumah sakit setelah kondisi kesehatannya menurun secara drastis. Keduanya drop usai terus-terusan menangis.
Kabar ini dibenarkan langsung oleh ayah si kembar, Ajie Darmaji, yang tak lain merupakan suami mendiang sang artis.
“Benar, semalaman tidak tenang, rewel terus. Kami pikir awalnya cuma kecapekan atau kangen sama ibunya, tapi ternyata kondisinya makin turun,” ujarnya lirih.
Selain rewel, Raffa bahkan mengalami gangguan pencernaan hingga muntah dan diare.
"Raffa, tadi jam satu (masuk rumah sakit). Karena BAB (Buang Air Besar), kalau nanti sore udah nggak muntah sama BAB, boleh pulang," jelas pria yang kerap disapa Idung itu.
Ikatan Batin Mpok Alpa dan Anak-Anaknya
Kepergian Mpok Alpa memang meninggalkan duka mendalam. Sang suami, Ajie, percaya meski masih bayi, si kembar bisa merasakan kehilangan ibunya.
“Karena kan belum 40 hari, kalau tujuh hari masih ada Mpok di dalam rumah. Mungkin anak kecil bisa ngerasain atau lihat. Namanya Mpok sayang banget sama anaknya, ikatan batin pasti kuat.”
Untuk menenangkan si kembar, keluarga sampai memakaikan pakaian dan jaket kesayangan almarhumah. Cara sederhana itu ternyata efektif meredakan tangisan.
“Pas kita pakaikan jaket Mpok, yang biasanya buat syuting tuh, mereka langsung tenang. Saya sampai merinding sekaligus terharu,” pungkas Ajie.
Tak hanya si kembar, anak sulung Mpok Alpa, Sherly, juga dikabarkan beberapa kali pingsan karena tak kuasa menahan sedih.
"Si Sherly udah beberapa kali pingsan terus, karena memang deket sama mamanya kan, apa-apa cerita sama Mamanya," tandas Idung.
Meski kini telah tiada, nama Mpok Alpa tetap dikenang publik. Ia pertama kali dikenal luas sejak video curhatannya tentang ingin diajak ke Alfamart viral di media sosial.
Dari sana, ia kian populer di televisi, tampil di banyak acara hiburan, hingga dikenal sebagai komedian serba bisa.
Lebih dari itu, warisan terbesarnya adalah cinta untuk anak-anaknya. Dalam unggahan Instagram sebelum wafat, Mpok Alpa sempat membagikan video si kembar dengan lagu penuh makna berjudul Selalu Ada di Nadimu.
"Lagu ini mewakili hati mama untuk kamu, nak, mama mau liat kamu tumbuh besar dan sukses. jadilah pribadi yg baik untuk masa depan kamu," tulis Mpok Alpa.
Kini, doa itu seakan menjadi pesan terakhir yang terus dikenang keluarga dan para penggemarnya. (lz)