Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Bukan Merah Putih, Google Rayakan Kemerdekaan RI Ke-80 dengan Doodle Pacu Jalur, Ada Kisah Unik di Baliknya!

Damianus Bram • Minggu, 17 Agustus 2025 | 17:36 WIB
Google Doodle merayakan HUT ke-80 RI dengan mengangkat tradisi Pacu Jalur.
Google Doodle merayakan HUT ke-80 RI dengan mengangkat tradisi Pacu Jalur.

SOLOBALAPAN.COM - Pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025), Google menampilkan ilustrasi atau doodle art khusus di laman pencariannya.

Kali ini, Google mengangkat tema Pacu Jalur, tradisi lomba perahu khas Riau yang sempat viral karena aksi bocah bernama Rayyan Arkhan Dhika.

Google tidak memilih tema Merah Putih seperti biasanya, melainkan mengangkat budaya lokal yang sempat viral—aksi anak cilik yang disebut sebagai “aura farming”—sebagai representasi estetika dan semangat kebersamaan.

Ilustrasi ini dibuat oleh seniman asal Bandung, Wastana Haikal, yang kali pertama menampilkan tema ini pada HUT ke-77 RI tahun 2022.

Ia menggambarkan lima sosok di dalam perahu: empat orang mendayung dan seorang anak sebagai “tukang tari” atau “anak coki”, yang bertugas mengatur ritme dayung.

Yang spesial, orang-orang yang memainkan Pacu Jalur itu mengenakan baju adat khas dari berbagai daerah, tidak hanya Riau, menunjukkan semangat persatuan Indonesia.

Cerita di Balik Istilah "Aura Farming"

Istilah “aura farming” merujuk pada gerakan khas yang dilakukan oleh tukang tari di haluan perahu.

Istilah ini viral setelah sebuah video diunggah pada tahun 2025 dan menyebar luas hingga ke klub-klub sepak bola serta selebritas internasional, memicu tren di media sosial.

Warisan dan Filosofi Pacu Jalur

Pacu Jalur bukan sekadar lomba, melainkan tradisi yang sarat makna.

Asal-usul: Acara ini bermula pada abad ke-17 sebagai sarana transportasi tradisional dan kini menjadi festival budaya di Sungai Batang Kuantan.

Pembuatan perahu: Perahu dibuat dari satu batang kayu besar tanpa sambungan. Proses pembuatannya melibatkan ritual adat sebagai bentuk penghormatan kepada roh pohon.

Makna sosial: Lomba ini melibatkan 50 hingga 60 pendayung, menunjukkan nilai kerja sama, harmoni, dan semangat persatuan, selaras dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Dari Lokal ke Global

Google Doodle bertema Pacu Jalur di HUT ke-80 RI bukan hanya perayaan visual, melainkan juga apresiasi budaya yang mendalam.

Melalui karya Wastana Haikal, tradisi lokal dirayakan, diabadikan, dan diperkenalkan secara global.

Viralitas “aura farming” membuka pintu bagi dunia untuk mengenal Pacu Jalur, mengubah tradisi lokal menjadi simbol budaya yang mendunia.

Semoga semangat dan makna Pacu Jalur terus mengalir, seperti dayungan yang menyatukan kekuatan dan hati. (dam)

Editor : Damianus Bram
#google doodle #tradisi #riau #hut ri #Pacu Jalur