SOLOBALAPAN.COM – Film animasi Merah Putih One For All berhasil mencatat sekitar 720 penonton di bioskop pada hari pertama penayangannya, Kamis (14/8/2025).
Karya sutradara Endrianto ini tetap mendapat sambutan meski sebelumnya sempat menuai pro dan kontra.
Jumlah layar yang terbatas juga menjadi tantangan tersendiri dalam distribusinya.
Lalu, berapa jumlah penonton film ini hingga hari ketiga penayangan?
Menanggapi hal tersebut, Sonny Pudjisasono selaku eksekutif produser mengaku belum menerima data resmi terbaru.
Namun, ia memperkirakan jumlah penonton dalam dua hari terakhir tidak jauh berbeda dari hari pertama.
“Ya mungkin animo penontonnya berkisar sama dengan kemarin kali ya. Karena layar terbatas cuma 10 layar doang. Alhamdulillah dapat layarnya,” kata Sonny dikutip dari JawaPos.com, Sabtu (16/8/2025).
Biaya Produksi Sangat Rendah
Sonny juga membantah kabar yang menyebut biaya produksi film ini mencapai Rp 6,7 miliar.
Menurutnya, pembuatan film animasi Merah Putih One For All justru memakan biaya sangat rendah karena seluruh tim bekerja secara sukarela tanpa menerima bayaran.
Biaya terbesar justru muncul di luar proses produksi, seperti pengadaan Digital Cinema Package (DCP) agar film dapat diputar di bioskop, termasuk CGV dan Cinepolis.
“Seperti yang saya sampaikan, untuk pengadaan DCP dan permintaan layar lainnya seperti CGV dan Cinepolis kita belum bisa memenuhinya. Karena kita tidak ada biaya,” ungkap Sonny.
Pro dan Kontra Jadi Sorotan
Meski menuai perbincangan publik, Sonny menegaskan bahwa kritik maupun komentar adalah hal wajar di era demokrasi.
“Di era demokrasi sah-sah saja, itu bebas orang berbicara dan berpendapat. Yang penting film Merah Putih membangunkan kesadaran global ekosistem perfilman,” ujarnya.
Bahkan, Sonny menilai ramainya komentar justru menunjukkan tingginya atensi publik.
“Kalau disimak dari keberagaman komennya, mendadak komentar film Merah Putih semua, hehehe. Mungkin banyak yang mau numpang ngetop melalui film Merah Putih,” tambahnya. (dam)
Editor : Damianus Bram