Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Belajar dari Kasus Bupati Sudewo di Pati, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Kepala Daerah Lebih Teliti, Ini 3 Poin Utamanya!

Laila Zakiya • Kamis, 14 Agustus 2025 | 20:46 WIB

 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

SOLOBALAPAN.COM – Ricuhnya aksi demo menolak penyesuaian tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen di Kabupaten Pati, yang menyeret nama Bupati Sudewo, menjadi sorotan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi angkat bicara dan meminta semua kepala daerah di wilayahnya untuk belajar dari kasus tersebut.

Aksi yang berlangsung di depan Kantor Bupati Pati itu berakhir dengan bentrokan dan menyebabkan puluhan orang luka-luka.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah pun turun tangan untuk meredam situasi.

Usai menghadiri acara Graduasi Sukses Beres di Brebes, Kamis (14/8), Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan keprihatinannya sekaligus mengungkap tiga poin penting:

1. Menurunkan Tim Memantau Perkembangan di Pati

2. Menghormati Proses Hak Angket DPRD

Gubernur Jateng meminta masyarakat dan semua kalangan menghormati proses Hak Angket yang berjalan di DPRD Pati dan mengawal sesuai aturan UU yang ada.

3. Kepala Daerah Wajib Teliti dalam Menentukan Pajak

Ia menegaskan untuk semua Kepala Daerah di Jateng untuk teliti dan cermat dalam menentukan pajak, dan wajib membawa prinsip tidak membebani masyarakat dan berdaya guna.

64 Korban Luka, Korban Jiwa Nihil

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mencatat ada 64 korban luka dalam kericuhan demo tersebut.

"Dari 64 korban luka tersebut, ada yang dirawat di RSUD RAA Soewondo, Klinik Marga Husada, Klinik Pratama PMI, RS Keluarga Sehat, dan perawatan di tempat," ujar Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Lucky Pratugas Nasrimo.

Rinciannya, 40 orang dirawat di RSUD RAA Soewondo, 4 orang di Klinik Marga Husada, 1 orang di Klinik Pratama PMI, 7 orang di RS Keluarga Sehat, dan 12 orang mendapatkan perawatan di tempat.

Sebagian besar korban hanya menjalani rawat jalan, sementara 6 orang dirawat inap, dan sisanya observasi.

Lucky menegaskan, hingga saat ini korban meninggal dunia nihil. Pernyataan ini dipertegas oleh Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto.

"Tidak ada korban meninggal dunia dalam aksi anarkis tersebut," tegasnya.

Menurut Artanto, dari total korban luka, terdapat 7–8 orang aparat kepolisian yang mengalami luka lebam, robek pada kulit, hingga luka di kepala.

Salah satunya Kapolsek Kota Iptu Heru Purnomo, yang sempat dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati.

Klarifikasi ini sekaligus membantah kabar yang sempat beredar mengenai meninggalnya tiga orang dalam aksi demo, yakni Zara, Syalwa, dan wartawan Tuturmedia bernama Lilik.

Dengan insiden ini, Gubernur Ahmad Luthfi berharap seluruh kepala daerah di Jawa Tengah dapat mengambil pelajaran, agar setiap kebijakan yang diambil tidak memicu gejolak di masyarakat dan tetap berorientasi pada kemaslahatan publik. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#bupati #viral #demo #Ahmad Luthfi #sudewo #pati #gubernur jateng