SOLOBALAPAN.COM - Belakangan ini, jagat media sosial TikTok dihebohkan oleh unggahan yang mengabarkan bahwa Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, telah meninggal dunia.
Informasi ini menyebar cepat dan menimbulkan kebingungan publik.
Namun, setelah dilakukan verifikasi melalui sumber-sumber resmi, dapat dipastikan bahwa kabar tersebut adalah 100% hoaks atau berita bohong.
Asal-Mula Hoaks dari Konten TikTok
Kabar palsu ini menyebar dari sebuah akun TikTok bernama @WinKupuL.
Akun tersebut mengunggah foto Nusron Wahid yang disertai narasi duka cita seolah-olah ia telah wafat di usia 50 tahun.
Unggahan tersebut dibuat tanpa menyertakan sumber informasi yang kredibel dan hanya bertujuan untuk memancing emosi warganet.
Fakta: Nusron Wahid Masih Hidup dan Aktif Menjalankan Tugas
Faktanya, Nusron Wahid dalam keadaan sehat dan masih aktif menjalankan tugasnya sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju.
Berdasarkan pantauan dari pemberitaan media arus utama dan situs resmi pemerintah, ia justru terlihat menghadiri sejumlah kegiatan kenegaraan dan rapat kerja setelah kabar hoaks tersebut beredar.
Tidak ada pernyataan resmi apa pun dari pihak keluarga, Kementerian ATR/BPN, maupun Istana Kepresidenan yang mengonfirmasi kabar duka tersebut.
Hal ini membuktikan bahwa informasi yang viral di TikTok adalah murni disinformasi.
Sekilas Profil Nusron Wahid
Nusron Wahid (lahir 12 Oktober 1973) adalah seorang pejabat publik dan politisi senior.
Sebelum menjabat sebagai Menteri ATR/BPN, ia dikenal luas sebagai anggota DPR RI selama beberapa periode dan mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor.
Pentingnya Verifikasi di Era Digital
Kasus hoaks yang menimpa Nusron Wahid ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan bahaya disinformasi di media sosial.
Berita bohong yang menyasar tokoh publik dapat menyebar dengan sangat cepat.
Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap pengguna media sosial untuk selalu melakukan verifikasi dan mengecek kebenaran sebuah informasi melalui sumber-sumber yang terpercaya sebelum ikut membagikannya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo