Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Siapa Aditya Hanafi? Pelaku Pembunuhan Tiwi BPS Haltim: Sempat Jadi Pegawai Terbaik, Menikah 6 Hari Usai Membunuh

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 13 Agustus 2025 | 01:42 WIB
Aditya Hanafi pelaku Pembunuhan Tiwi.
Aditya Hanafi pelaku Pembunuhan Tiwi.

SOLOBALAPAN.COM - Di balik kasus pembunuhan keji yang menimpa Karya Listiyanti Pertiwi (30), seorang pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Halmahera Timur, muncul sosok pelaku yang mengejutkan: rekan kerjanya sendiri, Aditya Hanafi (27).

Penelusuran jejak digital dan kronologi kasus yang diungkap oleh keluarga korban mengungkap sisi gelap seorang pria yang di permukaan tampak sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) berprestasi, namun ternyata adalah pelaku kejahatan sadis.

Profil Pelaku: Statistisi Ahli dan 'Employee of the Month'

Aditya Hanafi, S.Tr.Stat., adalah seorang Statistisi Ahli Pertama di kantor BPS Halmahera Timur.

Ironisnya, berdasarkan unggahan Instagram resmi kantornya, ia sempat dinobatkan sebagai "Employee of the Month" atau pegawai terbaik untuk edisi Januari 2025. Citra publiknya adalah seorang pegawai muda yang berprestasi.

Kronologi Pembunuhan Berencana: Dari Utang hingga Perampokan

Menurut kronologi yang dibagikan oleh kakak korban melalui akun Instagram @komikfaris, motif utama kejahatan ini adalah uang untuk biaya pernikahan.

  1. Pinjam Uang: Pada 16 Juli, Aditya berniat meminjam uang Rp30 juta dari korban, namun ditolak.

  2. Bersembunyi: Pada 17 Juli, ia diam-diam masuk ke rumah dinas yang ditempati korban dan tunangannya (yang juga teman korban), lalu bersembunyi di kamar tunangannya selama dua hari.

  3. Eksekusi: Pada 19 Juli dini hari, ia menyerang korban, mengikatnya, melakukan pelecehan seksual, dan membekapnya hingga tewas.

  4. Perampokan: Setelah korban tak berdaya, ia menguras rekening korban sebesar Rp38 juta, mengajukan pinjaman online (pinjol) atas nama korban senilai Rp50 juta, dan mengambil uang tunai milik korban.

    Uang tersebut diduga digunakan untuk deposit judi online (judol).

Ironi Pernikahan di Atas Penderitaan Korban

Puncak kekejiannya, hanya enam hari setelah menghabisi nyawa Tiwi, Aditya Hanafi dengan tenang melangsungkan pernikahan dengan tunangannya, Almira Fajriyati Marsaoly, pada 27 Juli 2025.

Almira sendiri adalah teman dekat sekaligus rekan satu rumah korban.

Penangkapan dan Penyelidikan

Jasad Tiwi baru ditemukan pada 31 Juli 2025.

Setelah melakukan olah TKP dan penyelidikan, tim gabungan Polda Maluku Utara akhirnya menangkap Aditya Hanafi pada 5 Agustus 2025.

Istrinya, Almira, juga turut diperiksa oleh pihak kepolisian.

Pengkhianatan dari Lingkar Terdekat

Kasus Aditya Hanafi adalah sebuah kisah horor tentang pengkhianatan dari lingkaran terdekat.

Citranya sebagai pegawai teladan dan seorang calon pengantin runtuh seketika, digantikan oleh potret seorang predator berdarah dingin yang tega menghabisi nyawa rekan kerjanya sendiri demi uang.

Tragedi ini meninggalkan luka mendalam tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi institusi BPS dan publik yang dikejutkan oleh kekejian yang tersembunyi di balik topeng orang baik. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#menikah #halmahera timur #membunuh #Aditya Hanafi #pegawai BPS #pegawai