SOLOBALAPAN.COM - Momen Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka tidak menyalami Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi viral di media sosial.
Video yang diunggah oleh Sekretariat Presiden (Setpres) tersebut memicu berbagai spekulasi.
Seolah ingin menjawab pertanyaan publik, hari ini (12/8/2025) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengunggah sebuah video.
Unggahan ini menampilkan momen-momen bincang hangat antara dirinya dan Gibran di sela-sela Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer pada Minggu (10/8/2025).
Dalam video tersebut, AHY terlihat bertegur sapa dengan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, serta sejumlah pejabat dan petinggi negara lainnya, termasuk Wapres Gibran.
Meskipun AHY tidak secara langsung menyinggung video viral yang memperlihatkan dirinya tidak disalami Gibran, unggahan ini seakan menjadi jawaban atas ramainya pemberitaan dan komentar warganet.
Dalam unggahan di akun media sosial (medsos) resminya, AHY juga menuliskan keterangan tentang Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo di Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Bandung.
"Presiden Prabowo Subianto menyampaikan harapan agar seluruh prajurit TNI senantiasa menanamkan jiwa pejuang yang pantang menyerah dalam mempertahankan kedaulatan negara. Dengan postur pertahanan yang tangguh, Indonesia diyakini akan mampu menjaga kekayaan bangsa dan melindungi seluruh rakyatnya," tulis AHY.
Menko yang juga Ketua Umum Partai Demokrat itu mengajak semua pihak untuk terus bersinergi, baik pemerintah, TNI, maupun seluruh masyarakat Indonesia.
Hal ini terutama dalam bidang infrastruktur yang menjadi tugasnya dan bidang pertahanan yang pernah digelutinya saat berdinas di TNI.
"Saya juga mengajak kita semua untuk terus bersinergi, baik pemerintah, TNI, masyarakat agar Indonesia tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga kokoh dalam pertahanan. Dengan begitu, kita bisa mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045: berdaulat, maju, adil, dan makmur," tutupnya. (dam)
Editor : Damianus Bram