SOLOBALAPAN.COM - Film animasi Merah Putih: One For All menuai kontroversi setelah trailer-nya dirilis.
Kritikan pedas terhadap kualitas visual dan dugaan penggunaan aset ilegal mencuat.
Puncaknya, seorang kreator 3D asal Pakistan bernama Junaid Miran angkat bicara dan membenarkan bahwa karakternya digunakan dalam film tersebut tanpa izin.
Lantas, apa hubungan Junaid Miran dengan film animasi kontroversial ini?
Junaid Miran, seorang freelance digital artist yang sudah berkecimpung di dunia seni selama 15 tahun, mendapati karakternya digunakan dalam film Merah Putih: One For All.
Ia mengetahui hal ini dari tanggapan para penggemar di Indonesia.
Junaid Miran menegaskan bahwa tidak ada satu pun pihak dari tim produksi yang menghubunginya untuk meminta izin.
"Terima kasih atas apresiasinya, semua orang dari Indonesia! Untuk menjawab pertanyaan yang paling sering diajukan: Tidak, tidak ada seorang pun dari tim produksi yang menghubungi saya atau memberi saya kredit atas karakter-karakter saya yang digunakan sebagai karakter utama di film tersebut. Mereka menggunakan total 6 karakter," ujarnya.
Junaid Miran sendiri aktif menjual karya-karya animasinya di platform berbayar seperti Reallusion.
Ia juga kerap membagikan tutorial tentang cara membuat karakter animasi bergerak di kanal YouTube pribadinya.
Komentar Junaid Miran ini membuat warganet semakin geram. Mereka mempertanyakan orisinalitas film yang mengusung tema kebangsaan ini.
"Sedangkan yang bikin netizen kecewa itu kenapa diheadline dengan 'karya anak bangsa' tapi kalau desain karakternya tidak original ya harusnya gak bsia dibilang karya sendiri dong," ujar akun @gituamatyah.
Warganet menilai, penggunaan aset orang lain tanpa izin dan tanpa kredit bertentangan dengan label "karya anak bangsa" yang dibanggakan.
Kritikan ini semakin santer terdengar di media sosial, dan banyak yang menyebut film ini telah mempermalukan Indonesia.
"Kok gak lebih rame ya ini, semua promo filmnya tentang hargain buatan Indo tapi ujung-ujungnya pakai aset orang lain tanpa izin atau credit. Who greenlit this," ungkap akun @aurawjb.
"Dibanding soal nerima atau gak dana dari pemerintah, ini jauh lebih krusial, soalnya dilabeli 'karya anak bangsa' tapi desain karakternya ngambil punya orang luar. Bahkan kreatornya sendiri sudah bilang disitu kalau dari pihak tim produksi gak ada yang reach out sama sekali. Dimana kreatifitasnya," papar akun @jazzmintny.
Hingga saat ini, pihak produksi film Merah Putih: One For All_belum memberikan klarifikasi resmi mengenai tuduhan penggunaan aset tanpa izin ini. Kontroversi ini menambah daftar panjang masalah yang mengiringi perilisan film tersebut. (lz)
Editor : Laila Zakiya