SOLOBALAPAN.COM - Di tengah kontroversi film animasi Merah Putih One For All, sosok produser eksekutifnya, Sonny Pudjisasono, ikut menjadi sorotan tajam.
Pernyataannya yang blak-blakan mengenai biaya produksi film sebesar Rp6,7 miliar yang digarap hanya dalam waktu dua bulan membuat publik penasaran dengan rekam jejaknya.
Ternyata, Sonny Pudjisasono bukanlah orang baru di dunia hiburan maupun politik, dengan karier yang membentang dari pengusaha bioskop keliling hingga panggung politik nasional.
Pimpinan Puncak di Balik Proyek Film
Sonny Pudjisasono memegang peran kunci dalam proyek Merah Putih One For All.
Ia menjabat sebagai Ketua Umum Perfiki Kreasindo, rumah produksi yang menggarap film tersebut.
Selain itu, ia juga merupakan Direktur Utama Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, lembaga yang menaungi Perfiki Kreasindo.
Jejak Karier Beragam: dari Layar Tancap ke Panggung Politik
Jauh sebelum proyek film animasi ini, Sonny memiliki rekam jejak yang sangat beragam:
-
Pengusaha Layar Tancap: Ia sudah puluhan tahun bergelut di industri hiburan rakyat sebagai pengusaha pertunjukan film keliling atau yang lebih dikenal dengan "layar tancap".
-
Terjun ke Politik: Pada tahun 2002, Sonny aktif di dunia politik sebagai kader Partai Buruh dan bahkan pernah menduduki posisi sebagai ketua umum.
Ia juga tercatat pernah menjadi calon legislatif (caleg) DPR RI dari daerah pemilihan Papua Tengah.
Berbagai Jabatan Lain yang Diemban
Selain posisi-posisi di atas, berikut adalah beberapa jabatan lain yang pernah atau sedang diemban oleh Sonny Pudjisasono:
-
Stakeholder Badan Perfilman Indonesia
-
Komisaris Utama Midessa Sasono Picture
-
Direktur Perfiki Law Firm
-
Pemimpin Umum Dekandidat Centre
Figur Kontroversial di Mata Publik
Dengan rekam jejak yang membentang dari hiburan akar rumput hingga lembaga perfilman nasional, Sonny Pudjisasono adalah figur yang kompleks.
Namun, proyek terbarunya kini menempatkannya di tengah badai kritik publik.
Pernyataannya yang terkesan jujur mengenai bujet dan waktu produksi justru membuka perdebatan sengit tentang akuntabilitas dan standar kualitas dalam industri film animasi Indonesia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo