SOLOBALAPAN.COM - Film animasi Merah Putih One for All terus menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Kali ini, produser film kenamaan, Hanung Bramantyo, turut memberikan pendapatnya. Hanung menyebut bahwa dengan anggaran Rp7 miliar, hasil film animasi akan tetap jelek.
Pernyataan tersebut disampaikan Hanung melalui akun Threads-nya, @hanungbramantyo, seperti dilihat pada Senin (11/8/2025).
“Budget Rp7 miliar untuk film animasi, potong pajak 13 persen (jadi) kisaran Rp6 miliar, sekalipun tidak dikorupsi, hasilnya tetap JELEK!!!” kata Hanung.
Ia menjelaskan, untuk menghasilkan film animasi berkualitas, anggaran yang ideal adalah di kisaran Rp30-40 miliar, di luar biaya promosi.
Proses pembuatannya pun membutuhkan waktu panjang, yaitu 4-5 tahun.
“Budget Rp6 miliar hanya sampai tingkat Previs (kumpulan storyboard berwarna yang digerakkan sebagai panduan animator). Kalau itu yang ditayangkan, sudah pasti penonton akan resisten. Ibarat membangun rumah, belum dipelur semen dan lantainya masih cor-coran kasar,” tegasnya.
Sinopsis Singkat Film Merah Putih One for All
Baca Juga: Viral! Belatung Ditemukan di Menu Makan Bergizi Gratis di Sorong, BGN Sampaikan Permintaan Maaf
Film animasi Merah Putih One for All berkisah tentang delapan anak dari beragam latar budaya (Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tionghoa) yang tergabung dalam Tim Merah Putih.
Tugas utama mereka adalah menjaga Bendera Pusaka untuk upacara 17 Agustus. Namun, tiga hari sebelum upacara, bendera tersebut menghilang.
Untuk menemukannya, mereka harus bersatu, menembus rintangan di sungai, hutan, dan badai, serta mengendalikan ego masing-masing.
Melalui keberanian, kerja sama, dan rasa cinta Tanah Air, mereka membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang menyatukan. (dam)
Editor : Damianus Bram
Sumber : Solo Balapan