SOLOBALAPAN.COM - Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto secara resmi memutuskan untuk melanjutkan proyek strategis nasional kereta cepat hingga ke Surabaya.
Proyek perpanjangan jalur Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung ini diperkirakan akan memangkas waktu tempuh antara dua kota metropolitan terbesar di Indonesia menjadi hanya tiga jam.
Kabar gembira ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Instruksi Tegas dari Presiden Prabowo
Dalam acara Indonesia Railway Conference 2025 pada Selasa, 29 Juli 2025, AHY menyatakan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan arahan yang jelas untuk melanjutkan proyek ini.
"Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi yang tegas untuk memperluas jalur kereta cepat Jakarta, Bandung hingga Surabaya," ujar AHY.
Perpanjangan ini akan menjadi revolusi transportasi darat.
Sebagai perbandingan, waktu tempuh Jakarta-Surabaya dengan kereta konvensional tercepat saat ini, KA Argo Bromo Anggrek, memakan waktu sekitar 7 jam 45 menit.
Mendorong Ekonomi dan Ramah Lingkungan
Perpanjangan rute ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat konektivitas antar kota, kawasan industri, dan pelabuhan utama di Pulau Jawa.
Selain itu, AHY juga menyoroti keunggulan kereta cepat dalam mengurangi emisi karbon, sejalan dengan tren transportasi massal yang modern dan ramah lingkungan.
Sejak beroperasi, Kereta Cepat Whoosh rute Jakarta-Bandung telah melayani jutaan penumpang dan terbukti menjadi pilihan transportasi yang efisien.
Pemerintah Siapkan Langkah Percepatan
Untuk merealisasikan proyek raksasa ini, pemerintah akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus.
Langkah-langkah lainnya meliputi revisi sejumlah peraturan, termasuk Perpres Nomor 93 Tahun 2021, serta koordinasi intensif dengan 18 kementerian terkait untuk menyiapkan insentif fiskal dan studi tata ruang.
Visi Infrastruktur Masa Depan
Keputusan untuk memperpanjang jalur Kereta Cepat Whoosh hingga ke Surabaya merupakan visi infrastruktur jangka panjang yang ambisius dari pemerintahan Presiden Prabowo.
Proyek ini tidak hanya akan merevolusi cara masyarakat bepergian di Pulau Jawa, tetapi juga diharapkan menjadi tulang punggung baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional, efisiensi logistik, dan pembangunan yang berkelanjutan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo