SOLOBALAPAN.COM - Kabar bahagia datang dari pasangan selebritas Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag. Pada Rabu (6/8/2025), Vincent secara resmi sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah melepaskan kewarganegaraan Belandanya.
Momen yang dikonfirmasi langsung oleh Menteri Hukum RI, Supratman Adni Agtas, ini disambut dengan penuh haru oleh sang istri.
Namun, di media sosial, keputusan Vincent ini justru menuai reaksi sinis dari sebagian warganet.
Dukungan Penuh Menteri Hukum dan Kebanggaan Sang Istri
Menteri Hukum RI, Supratman Adni Agtas, melalui akun Instagram resminya, mengonfirmasi pertemuan dengan Vincent Verhaag dan Jessica Iskandar.
Ia menyatakan bahwa proses pemberian kewarganegaraan ini telah berjalan sesuai ketentuan hukum dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi.
Jessica Iskandar tak bisa menyembunyikan rasa bangga dan harunya terhadap perjuangan sang suami.
"Congratulations sayangku @v.andrianto yang telah sah menjadi warga negara Indonesia," tulis Jessica. "Aku terharu melihat kamu terus berupaya keras untuk mengusahakan proses WNI ini dan melepas kewarganegaraan Belanda," ucapnya.
Menurut Jessica, keputusan ini adalah bukti tanggung jawab penuh Vincent pada keluarga.
"Kamu ingin sepenuhnya bertanggung jawab atas anak-anak dan istri yang kamu cintai ini," katanya.
Reaksi Berbeda dari Warganet: 'Salah Negara'
Namun, di kolom komentar media sosial, respons yang muncul justru sangat kontras.
Banyak warganet yang menyayangkan keputusan Vincent melepas paspor Belandanya dan memilih menjadi WNI.
-
"Rugi om, salah negara," tulis seorang warganet.
-
"Sangat di sayangkan melepas kewarganegaraan Belanda .. sedang ak yg wni dari lahir berharap pindah negara ka," timpal yang lain.
-
"Vincent mau masuk surga jalur WNI kaya kita ges, yg d dzolimin pemerintah," sindir komentar lainnya.
Cerminan Sentimen Publik
Peristiwa ini menjadi cerminan sentimen publik yang kompleks.
Bagi Vincent Verhaag dan Jessica Iskandar, momen ini adalah perayaan cinta dan komitmen terhadap keluarga dan negara.
Namun bagi sebagian warganet, ini menjadi kesempatan untuk menyuarakan pesimisme dan kritik terhadap kondisi di dalam negeri. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo