Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Terungkap Alasan Hasto Kristiyanto Tak Lagi Jadi Sekjen PDIP di Kepengurusan Baru hingga Membuat Megawati Rangkap Jabatan

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 5 Agustus 2025 | 02:09 WIB

 

Hasto Kristiyanto sempat terseret isu dugaan perselingkuhan sebelum diterpa kabar jadi tersangka kasus Harun Masiku.
Hasto Kristiyanto sempat terseret isu dugaan perselingkuhan sebelum diterpa kabar jadi tersangka kasus Harun Masiku.

SOLOBALAPAN.COM – Sebuah kejutan datang dari Kongres VI PDI Perjuangan di Bali.

Dalam struktur kepengurusan DPP PDIP periode 2025–2030, nama Hasto Kristiyanto tidak lagi tercantum sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen).

Posisinya untuk sementara dirangkap langsung oleh Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.

Namun, menurut kader senior partai, Ribka Tjiptaning, keputusan ini bukanlah sebuah hukuman atau penyingkiran, melainkan justru sebuah langkah strategis untuk "melindungi" dan merehabilitasi nama baik Hasto.

Langkah Rehabilitasi untuk Melindungi Hasto dari Isu Politik

Ribka Tjiptaning menjelaskan bahwa Megawati mengambil keputusan ini dengan pertimbangan politik yang matang.

Tujuannya adalah untuk mencegah isu hukum yang pernah menjerat Hasto dimanfaatkan oleh lawan politik untuk menyerang partai.

“Ini kan pembelajaran politik juga. Jangan dong Pak Hasto, nanti kan di luar beda. Nanti digorengnya Pak Hasto nggak jadi Sekjen karena persoalan tahanan korupsi. Itu harus clear dulu,” jelas Ribka usai penutupan Kongres VI PDIP di Bali, Sabtu (2/8).

Langkah "rehabilitasi" ini diambil setelah Hasto Kristiyanto menerima amnesti dari Presiden Prabowo Subianto atas vonisnya dalam kasus suap Harun Masiku.

PDI-P ingin memastikan citra Hasto pulih sepenuhnya di mata publik sebelum kembali ke posisi strategis.

“Banyak pertimbangan. Ibu ini kan orangnya pengen merehabilitasi juga kan, dia tahu semua publik bahwa Hasto itu tidak terstigma karena korupsi,” tambah Ribka.

Prioritaskan Kader 'Tahan Uji' di Tengah Tantangan Politik

Terkait masih dominannya wajah-wajah lama dalam struktur kepengurusan, Ribka menyatakan ini adalah pilihan strategis untuk menghadapi situasi politik yang berat pasca-pemilu.

“Ibu kan tadi juga katakan bahwa tadinya mau masuk (kader) muda, tapi ini lihat situasi seperti ini. Perlu dulu lah yang kemarin. Kan pemilu kemarin luar biasa. Kalau bukan yang sudah tahan uji, enggak gampang juga,” tegasnya.

Ribka memastikan Hasto akan tetap mendapat tempat terhormat di partai.

"Intinya sih Ibu tahu siapa Hasto. Ini bukan soal tidak dihargai. Justru sedang dilindungi agar tidak terus disudutkan," ujarnya.

Strategi Pragmatis PDI Perjuangan

Keputusan untuk merangkap jabatan Sekjen dan mempertahankan kader-kader senior menunjukkan strategi pragmatis dari PDI Perjuangan.

Di satu sisi, partai melindungi salah satu kader utamanya dari serangan politik lanjutan.

Di sisi lain, mereka mengandalkan pengalaman "pasukan tempur" lamanya untuk menavigasi lanskap politik yang menantang.

Ini adalah sinyal konsolidasi internal yang kuat dari partai berlambang banteng tersebut. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#rangkap jabatan #alasan #hasto kristiyanto #sekjen pdip #Kepengurusan Baru #megawati