SOLOBALAPAN.COM - Nama Kinara, putra dari penulis kenamaan Dee Lestari, mendadak viral di platform X (sebelumnya Twitter) setelah kemenangannya dalam "Performative Male Contest" di Taman Langsat, Jakarta, pada Sabtu, 2 Agustus 2025.
Namun, sorotan terhadap kemenangannya dengan cepat bergeser menjadi kontroversi usai cuitan lamanya yang bernada rasis tersebar luas di media sosial, memicu kekecewaan dan kritik dari warganet.
Kontes "Performative Male" adalah acara yang digagas oleh akun X @alergikiwi, dengan poster yang diunggah pada 29 Juli 2025 dan telah dilihat 1,7 juta kali.
“GUYSSS siapa mau dapet 300K dan free matcha 1 liter? Ikutan yuk performative male contest Sabtu ini,” cuit penggagas acara.
Istilah performative male sendiri merujuk pada pria yang bertindak, berperilaku, atau menunjukkan minat tertentu—seperti menyukai matcha, membaca, memakai totebag, menggunakan earphone kabel, memiliki digicam, serta berkacamata—demi menarik perhatian atau mendapat persetujuan dari orang lain, khususnya perempuan.
Ini adalah bentuk sindiran bagi pria yang dari luar terlihat berwawasan, tetapi hanya untuk mendapat pujian.
Dari kontes tersebut, Kinara, atau Keenan Avalokita Kirana—putra Dee Lestari dari pernikahannya dengan penyanyi Marcell Siahaan—berhasil keluar sebagai pemenang.
Salah seorang peserta yang hadir bahkan berkesempatan berfoto dengannya dan mengunggahnya di X.
"Anak Dee Lestari jadi pemenang Performative Male Competition bukan dalam daftar keinginan aku di 2025,” tulis @Ica_didindin9.
Dalam foto tersebut, Keenan dinilai sangat performative dengan menenteng buku Breasts and Eggs karya Meiko Kawakami.
Setelah foto kemenangan Kinara tersebar, sorotan publik beralih pada cuitan lama Kinara di akun X pribadinya.
Warganet menyebarkan tangkapan layar dari cuitan tersebut dan beberapa unggahan yang ia retweet, yang menunjukkan bahwa ia pernah mencuitkan kata-kata bernada rasis, khususnya terhadap orang kulit hitam.
Salah satu cuitan yang paling disorot adalah pada Juni lalu, di mana Kinara menulis bahwa gerakan Black Lives Matter adalah penipuan.
“Black Lives Matter adalah dan selalu sebuah penipuan. Uangnya masuk ke rekening pendirinya untuk beli rumah,” kata @keenahrah.
Selain itu, ia juga terlihat me-retweet beberapa cuitan yang menunjukkan dirinya suka mengucapkan kata-kata bernada rasis kepada orang kulit hitam.
Melihat fakta ini, warganet pun merasa miris. Kompetisi tersebut seharusnya hanya menjadi cosplay untuk menyindir pria performatif.
Namun ternyata, pemenang kompetisi ini justru dinilai sangat sesuai dengan sindiran tersebut karena sikap aslinya yang kontradiktif.
“Jadi, dia menang karena aslinya memang performatif. Kecewa,” komen @Ica_didindin9 setelah mengetahui fakta tersebut.
"Ini harusnya cuma cosplay dan pernyataan berlebihan dari istilah performative male itu sendiri,” ujar @kangseultan.
Tak sedikit pula yang menilai bahwa "Titelnya yang 'perfomative male' aja harusnya udah tau ini red flag," sahut akun lain. (lz)
Editor : Laila Zakiya