Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Dimana Rocky Gerung yang Dulu? Guru Gembul Pertanyakan Sikap Kritikus Rocky pada Pemerintahan Prabowo

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 31 Juli 2025 | 04:04 WIB
Rocky Gerung dan Jokowi.
Rocky Gerung dan Jokowi.

SOLOBALAPAN.COM - Sosok pengamat politik Rocky Gerung, yang dikenal dengan kritiknya yang "brutal" dan tanpa kompromi selama era Presiden Joko Widodo, kini dinilai telah "melembek".

Kritik tajam ini datang dari sesama pengamat sosial-politik, Guru Gembul, yang menyoroti perubahan drastis sikap Rocky Gerung terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Guru Gembul, karakter Rocky sebagai penjaga nalar kritis publik seolah telah hilang, dan kritiknya tidak lagi setajam dahulu.

Kritik Tajam yang Kini Meredup

Guru Gembul secara gamblang menyatakan bahwa gaya kritik Rocky Gerung saat ini sangat berbeda.

Jika dulu ia berani "menyentil, bahkan ‘menelanjangi’ kekuasaan," kini kritiknya dinilai lebih aman dan tidak lagi menyasar inti kekuasaan, yaitu Presiden Prabowo.

"Yang mengecewakan saya adalah sejak pertemuan itu (dengan tokoh Gerindra), tidak ada lagi kritik dari Rocky kepada Prabowo. Semuanya jadi netral, bahkan cenderung aman," tegasnya melalui kanal YouTube-nya, Selasa (29/7/2025).

Menurutnya, jika pun ada kritik, sasarannya dialihkan ke pejabat bawahan atau isu-isu yang tidak terlalu berisiko.

Pemicu Perubahan: Pertemuan Kunci dan Kekaguman Lama

Guru Gembul menduga perubahan ini bermula sejak sebuah pertemuan kunci yang melibatkan politisi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

Namun, ia juga mengungkap akar yang lebih dalam: Rocky Gerung ternyata sudah lama mengagumi sosok Prabowo Subianto.

"Pak Rocky pernah menyampaikan bahwa beliau sudah kagum pada Prabowo sejak puluhan tahun lalu," ujar Guru Gembul. Ia menambahkan, Rocky melihat Prabowo sebagai sosok pemimpin dengan visi besar.

Kehilangan Peran, Bukan Masalah Personal

Namun, Guru Gembul menegaskan bahwa kekecewaannya bukanlah pada pilihan politik Rocky atau kekagumannya terhadap Prabowo.

Ia bahkan menyatakan hormat kepada Presiden Prabowo sebagai pemimpin pilihan rakyat.

Yang ia sayangkan adalah hilangnya peran Rocky sebagai salah satu suara kritis paling vokal di Indonesia. "Kalau kita mengenal Pak Rocky sebagai kritikus yang brutal dan tegas, sekarang karakteristik itu sudah tiada. Sosok itu seolah telah mati," simpulnya dengan nada kecewa.

"Yang saya sayangkan adalah ketika peran intelektual publik justru meredup saat dibutuhkan. Kita masih butuh suara tajam dari Rocky Gerung yang dulu," pungkasnya.

Dilema Intelektual dan Kekuasaan

Kritik Guru Gembul terhadap Rocky Gerung membuka sebuah dilema klasik tentang posisi seorang intelektual publik di hadapan kekuasaan.

Pertanyaannya, mampukah seorang kritikus mempertahankan ketajamannya ketika ia memiliki kekaguman personal terhadap penguasa?

Bagi Guru Gembul, jawabannya untuk saat ini adalah sebuah kekecewaan, menandai hilangnya salah satu suara oposisi paling vokal di panggung politik Indonesia. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#rocky gerung #guru gembul