Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sempat Ngemal sebelum Tewas di Kamar Kos Terlilit Lakban Kuning, Ada Sosok Perempuan Inisial V yang Temani Arya Daru Pangayunan

Laila Zakiya • Rabu, 30 Juli 2025 | 18:41 WIB

Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dikabarkan meninggal dunia.
Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dikabarkan meninggal dunia.
SOLOBALAPAN.COM - Misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan (39) semakin menjadi sorotan.

Arya ditemukan tewas di kamar kosnya di Menteng, Jakarta Pusat, dengan kepala terlilit lakban kuning.

Fakta baru mengungkap bahwa sebelum tewas, Arya sempat menghabiskan waktu di mal, ditemani oleh seorang perempuan berinisial V.

 

Penyelidikan kasus kematian Arya Daru terus bergulir. Polisi telah memeriksa 24 saksi, termasuk seorang perempuan berinisial V.

"Terkait dengan apakah sudah diambil keterangan Vara, sudah (diperiksa)," jelas Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Wira Satya Triputra dalam konferensi pers, Selasa (29/7/25).

Sosok V ini terekam CCTV sempat bersama Arya di Mal Grand Indonesia.

Mereka tidak hanya berdua, melainkan berbelanja bersama teman lainnya berinisial D.

Meskipun demikian, Kombes Pol. Wira menolak merinci lebih lanjut hubungan antara Arya dan V, dengan alasan privasi.

"Kalau masalah hubungannya, kami tidak bisa sampaikan karena itu privasi," ujarnya.

 

Sebelum ditemukan meninggal, Arya Daru sempat membawa tas gendong saat naik ke rooftop lantai 12 Gedung Kemlu pada 7 Juli 2025.

"Ada laptop, ada pakaian. Kan ada juga goodie bag itu karton tas. Dia kan sebelum naik ke rooftop, kan dari GI (Grand Indonesia) dari pusat perbelanjaan itu,” ujar Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak, Senin (28/7/2025).

Di dalam tas tersebut ditemukan laptop, pakaian baru yang dibeli di Grand Indonesia, beberapa nota belanja, obat-obatan, dan alat-alat kantor.

Polisi juga menemukan surat rawat jalan Arya dari salah satu rumah sakit umum di Jakarta. Tas ini menjadi salah satu barang bukti penting yang diharapkan dapat mengungkap misteri kematian Arya.

Selain itu, fokus penyelidikan juga tertuju pada lakban kuning yang melilit kepala Arya saat ditemukan tewas pada 8 Juli 2025.

Dari keterangan istri korban, lakban tersebut dibeli pada akhir Juni di Toko Merah, Gedong Kuning, Yogyakarta.

“Lakban tersebut dibeli pada akhir bulan Juni di Toko Merah, Gedong Kuning, Yogyakarta,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, Senin (28/7/2025).

Menariknya, lakban serupa juga ditemukan di rumah Arya di Yogyakarta, yang kini dijadikan pembanding oleh penyidik. Rekan kerja korban menyebut, lakban kuning biasa digunakan pegawai Kemlu untuk menandai barang bawaan saat bepergian ke luar negeri.

Saat ditemukan, kepala Arya terbungkus plastik dan dililit lakban kuning, tubuhnya tertutup selimut biru, dan pintu kamar terkunci dari dalam.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk gulungan lakban, plastik, dompet, dan obat-obatan. Sidik jari Arya ditemukan di permukaan lakban, namun penyidik masih menyelidiki apakah lakban itu dipasang sendiri atau oleh orang lain.

Hingga kini, polisi akhirnya mengumumkan bahwa kematian diplomat muda itu disebut karena memang niatannya untuk mengakhiri hidup yang sudah direncanakannya sejak lama. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #Diplomat Muda #Arya daru pangayunan