SOLOBALAPAN.COM - Sebuah tuduhan keji dan tidak berdasar tengah menerpa keluarga Sarwendah Tan dan Ruben Onsu.
Sebuah akun TikTok viral menuding Sarwendah berselingkuh dengan seorang pria bernama Paulus Pinontoan Tirajoh, bahkan secara tak bertanggung jawab menyebutnya sebagai ayah kandung dari putri pertama mereka, Thalia Putri Onsu.
Menanggapi fitnah yang menyerang kehormatan keluarga dan anak mereka, Sarwendah dan Ruben Onsu kompak memberikan bantahan keras dan siap menempuh jalur hukum.
Bantahan Tegas Sarwendah: 'Saya Tidak Kenal Sosok Itu'
Sarwendah, melalui Instagram Story @sarwendah29, dengan tegas membantah semua tuduhan tersebut. Ia menyatakan sama sekali tidak mengenal pria yang dikaitkan dengannya.
"Saya jelaskan bahwa saya tidak mengenal sosok yang Anda tulis," tegas Sarwendah.
Ia juga meluruskan bahwa Thalia lahir melalui program bayi tabung dan mengecam tuduhan tersebut, terlebih karena ia saat ini sedang dalam masa berduka atas kepergian ayahnya.
Sarwendah pun mengancam akan menindaklanjuti masalah ini secara hukum jika tidak ada itikad baik dari penyebar fitnah.
Ruben Onsu Murka: 'Ini Cyberbullying pada Anak'
Ruben Onsu juga tidak tinggal diam. Ia menyebut tuduhan ini sebagai bentuk cyberbullying terhadap anak di bawah umur dan menyatakan tidak akan membiarkannya.
"Saya sebagai ayah tidak akan tinggal diam melihat anak saya dijadikan sasaran fitnah," tegas Ruben melalui akunnya, @ruben_onsu. Ia berjanji akan mencari pemilik akun penyebar hoaks dan membawanya ke jalur hukum.
Lantas, Siapa Paulus Pinontoan yang Terseret?
Lalu, siapa sebenarnya sosok Paulus Pinontoan yang namanya ikut terseret dalam hoaks ini?
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, ia adalah seorang pendeta yang pernah menjabat sebagai Gembala Jemaat GKMI Incheon Jeil Miracle Kaima (2019-2025).
Ia juga diketahui aktif di dunia bela diri dan memiliki sejumlah gelar akademik.
Peringatan Keras Terhadap Fitnah di Media Sosial
Kasus ini menjadi contoh kelam bagaimana fitnah di media sosial dapat menyebar tanpa kendali, menyeret nama orang yang tidak bersalah, dan bahkan menargetkan anak-anak.
Sikap tegas dan bersatu yang ditunjukkan oleh Sarwendah dan Ruben Onsu untuk membawa masalah ini ke jalur hukum menjadi peringatan keras bagi para penyebar hoaks bahwa ada konsekuensi serius di balik tindakan cyberbullying. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo