SOLOBALAPAN.COM - Di tengah drama pengakuan DJ Panda yang menghamili Erika Carlina, muncul sebuah plot twist baru yang membuat warganet kebingungan.
Sebuah nama, DJ Ohim, tiba-tiba viral dan disebut-sebut sebagai ayah biologis dari anak yang dikandung Erika.
Kabar ini sempat membuat sebagian publik berbalik mendukung DJ Panda.
Namun, setelah ditelusuri, nama DJ Ohim dalam konteks ini dipastikan adalah hoaks yang berasal dari sebuah tren meme di internet.
Klaim Viral dari Akun TikTok
Rumor ini pertama kali meledak dari unggahan akun TikTok @tryan_setiawan39. Akun tersebut membuat dua klaim mengejutkan dalam narasi videonya:
-
Bahwa Erika Carlina telah buka suara dan menyebut DJ Ohim adalah ayah dari anaknya, bukan DJ Panda.
-
Bahwa DJ Ohim sendiri telah mengakui sebagai ayah biologis dari anak yang dikandung Erika.
Unggahan ini sontak viral dan memicu perdebatan baru, bahkan membuat sebagian warganet meragukan pengakuan DJ Panda sebelumnya.
FAKTA: 'DJ Ohim' Adalah Nama untuk Meme
Faktanya, DJ Ohim bukanlah orang sungguhan yang terlibat dalam kasus Erika Carlina.
Nama "DJ Ohim" adalah nama yang populer di kalangan komunitas meme internet di Indonesia.
Nama ini sering digunakan dalam konteks "timpa" atau mengedit teks secara bebas pada sebuah gambar atau video untuk tujuan hiburan, lelucon, atau prank.
Video dari akun penyebar hoaks tersebut pun semakin menyebar luas.
Mengingat Kembali Fakta Kasus Sebenarnya
Penting untuk mengingat kembali fakta yang telah terkonfirmasi dalam drama ini untuk menghindari disinformasi:
-
DJ Panda telah secara terbuka mengaku di podcast Denny Sumargo bahwa ia menjalin hubungan intim dengan Erika Carlina.
-
Erika Carlina juga telah membuat laporan polisi terhadap DJ Panda atas dugaan pengancaman.
Peringatan di Tengah Badai Informasi
Munculnya hoaks "DJ Ohim" di tengah drama yang nyata ini menjadi peringatan keras bagi publik.
Ini menunjukkan betapa mudahnya disinformasi dan lelucon internet (meme) disisipkan ke dalam isu serius untuk menciptakan kebingungan dan memperkeruh suasana.
Warganet diimbau untuk selalu bersikap kritis dan memverifikasi sumber informasi sebelum mempercayai atau menyebarkan klaim sensasional. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo