Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tuntutan Pengunduran Diri Anwar Ibrahim, Ribuan Warga Malaysia Demo di Kuala Lumpur, Ada Apakah?

Damianus Bram • Minggu, 27 Juli 2025 | 17:33 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menelepon Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menelepon Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

SOLOBALAPAN.COM – Pada Sabtu, 26 Juli 2025, ribuan warga Malaysia turun ke jalan di Kuala Lumpur untuk menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Demonstrasi besar ini menandai meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap lonjakan biaya hidup dan kegagalan pemerintah dalam memenuhi janji reformasi yang disampaikan Anwar setelah menjabat pada November 2022.

Para pengunjuk rasa, yang sebagian besar mengenakan kaus hitam dan bandana bertuliskan “Turun Anwar” atau “Mundur Anwar”, berbaris di pusat ibu kota dan berkumpul di Lapangan Kemerdekaan.

Di sana, mereka mendengarkan pidato dari tokoh-tokoh oposisi terkemuka. Menurut laporan kepolisian, sedikitnya 18.000 orang ikut dalam aksi tersebut.

Penyebab Ketidakpuasan Masyarakat

Anwar Ibrahim awalnya memimpin dengan agenda reformasi yang menjanjikan transparansi dan pemulihan ekonomi.

Namun, kebijakan-kebijakan pemerintah, seperti penerapan pajak penjualan dan jasa yang lebih luas serta penyesuaian subsidi, mendapat kecaman dari masyarakat.

Kebijakan ini dianggap semakin memperburuk daya beli masyarakat dengan menaikkan harga-harga kebutuhan pokok.

Untuk menanggapi keresahan ini, Anwar mengumumkan serangkaian kebijakan bantuan, termasuk pemberian tunai langsung dan peningkatan dukungan untuk rumah tangga miskin.

Selain itu, ia berjanji untuk menurunkan harga bahan bakar. Namun, meskipun ada langkah-langkah ini, banyak warga yang merasa kebijakan tersebut belum cukup untuk meredakan ketegangan.

“Pajak-pajak ini dibebankan kepada produsen, sehingga secara otomatis akan memengaruhi harga pangan,” kata Nur Shahirah Leman, seorang mahasiswa berusia 23 tahun yang tergabung dalam kelompok mahasiswa Islam, dikutip dari Reuters, Minggu (27/7/2025).

Kritik terhadap Anwar Ibrahim

Selain isu ekonomi, Anwar Ibrahim juga dihujani kritik terkait tuduhan campur tangan dalam sistem peradilan.

Beberapa jaksa diketahui mencabut tuntutan korupsi terhadap tokoh-tokoh yang dekat dengan pemerintah.

Selain itu, penundaan penunjukan hakim-hakim tinggi negara semakin memperburuk citra Anwar di mata publik, menambah keraguan tentang komitmennya dalam pemberantasan korupsi.

Meski begitu, Anwar membantah tuduhan ini dan menegaskan bahwa ia tidak mencampuri urusan pengadilan.

Kehadiran Mahathir Mohamad dalam Demonstrasi

Dalam suasana yang semakin panas, mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad turut hadir dalam demonstrasi.

Ia mengecam Anwar karena dianggap menyalahgunakan kekuasaan untuk menyerang lawan politik.

“Mereka yang tidak bersalah akan didakwa, mereka yang berbuat salah akan dibebaskan,” kata Mahathir kepada massa.

Mahathir dan Anwar memiliki sejarah panjang sebagai sekutu yang kemudian berubah menjadi rival sengit.

Keduanya sempat berdamai pada 2018 untuk menggulingkan pemerintahan Barisan Nasional, namun koalisi tersebut ambruk akibat konflik internal.

Posisi Anwar Ibrahim di Uji

Di tengah tekanan sosial dan politik yang semakin memuncak, posisi Anwar Ibrahim sebagai pemimpin Malaysia kini berada dalam ujian besar.

Rakyat menuntut pemenuhan janji perubahan yang telah ia kemukakan sebelumnya, dan demonstrasi ini menjadi bukti bahwa ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah semakin mengakar. (dam)

Editor : Damianus Bram
#kuala lumpur #demo #anwar ibrahim #malaysia #perdana menteri malaysia