SOLOBALAPAN.COM - Dampak dari kontroversi video parodi kehamilan Erika Carlina semakin meluas.
Setelah DJ Panda, kini giliran selebritas Nathalie Holscher yang harus menelan pil pahit.
Sejumlah kelab malam ternama secara resmi mengumumkan pembatalan jadwal manggungnya sebagai buntut dari kehebohan tersebut.
Langkah "boikot" ini menunjukkan bahwa konsekuensi dari drama yang berawal di media sosial ini kini berdampak nyata pada karier profesional keduanya.
Maxy Group dan Black Owl Jakarta Batalkan Jadwal
Melalui pengumuman resmi yang diunggah oleh akun Instagram @official_clubbingindo.tv pada Selasa (22/7/2025), dua grup besar di industri hiburan malam, Maxy Group (PT LUV Inti Sukses Abadi) dan Black Owl Jakarta, merilis pernyataan.
Keduanya menyatakan telah membatalkan penampilan DJ Panda dan Nathalie Holscher dari semua event yang mereka selenggarakan hingga pemberitahuan lebih lanjut.
"Pengumuman, kami telah melakukan pembatalan terhadap DJ Panda dan Nathalie Holscher dari semua event yang kami lakukan," tulis pihak Black Owl Jakarta dalam keterangannya.
Buntut Video Parodi yang Dianggap Tidak Berempati
Pembatalan ini merupakan buntut langsung dari video viral di mana Nathalie Holscher bersama DJ Panda membuat parodi tentang kehamilan.
Konten tersebut dianggap tidak sensitif dan menyindir kondisi Erika Carlina yang baru saja membuat pengakuan emosional bahwa ia hamil di luar nikah.
Meskipun Nathalie telah menyampaikan permintaan maafnya melalui media sosial, dampaknya terhadap karier DJ-nya tampaknya tetap berjalan.
Menyusul Nasib DJ Panda
Langkah "boikot" ini pertama kali menimpa DJ Panda, yang namanya terseret lebih dulu karena dituding warganet sebagai ayah biologis dari anak yang dikandung Erika.
Sejumlah jadwal manggungnya dari Juli hingga Agustus telah lebih dulu dibatalkan oleh berbagai pihak promotor dan kelab malam.
Konsekuensi Nyata dari Konten Viral
Kasus yang menimpa Nathalie Holscher dan DJ Panda ini menjadi contoh nyata bagaimana sentimen publik di media sosial dapat dengan cepat memberikan konsekuensi profesional dan finansial.
Keputusan tegas dari sejumlah kelab malam menunjukkan adanya pergeseran di industri hiburan, di mana para penyelenggara acara semakin berhati-hati dan tidak mau mengambil risiko dari kontroversi yang dianggap mencederai nilai empati. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo