SOLOBALAPAN.COM - Tragedi menyelimuti perairan Talise, Sulawesi Utara.
Insiden kebakaran hebat yang menimpa Kapal Motor (KM) Barcelona VA pada Minggu (20/7) siang dilaporkan telah menelan korban jiwa.
Berdasarkan laporan awal dari pejabat daerah setempat, empat orang penumpang dinyatakan meninggal dunia.
Operasi Search and Rescue (SAR) gabungan besar-besaran kini tengah berlangsung untuk mengevakuasi ratusan penumpang lainnya dari kapal yang berlayar dari Talaud menuju Manado tersebut.
Operasi SAR Gabungan Dikerahkan
Menanggapi insiden ini, TNI AL mengerahkan dua kapal perang, KRI Pari-849 dan KAL Tedung Selar, untuk bergabung dalam operasi SAR.
Kapal-kapal penumpang lain seperti KM Barcelona IIIA dan KM Venecian juga turut membantu proses evakuasi.
Danlantamal Franky Pasuna juga memberikan informasi awal bahwa jumlah penumpang di kapal tersebut diperkirakan mencapai 280 orang.
Informasi Berbeda dari TNI AL
Sementara itu, Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) VIII Manado, Laksamana Pertama TNI May Franky Pasuna Sihombing, menyampaikan data awal yang sedikit berbeda.
Ia menyebut ada tiga korban meninggal, namun berdasarkan informasi sementara, penyebabnya diduga karena sakit, bukan akibat langsung dari kebakaran.
“Untuk sementara dari 280 orang tersebut ada 3 orang yang meninggal namun informasinya karena sakit, bukan karena terbakar. Info pasti akan dilaporkan dari pihak KSOP,” ucapnya.
Laporan Awal: Empat Korban Jiwa, Tiga Teridentifikasi
Camat Likupang Barat, Maykel Parengkuan, S.STP., menjadi salah satu pejabat pertama yang mengonfirmasi adanya korban jiwa.
Sesuai instruksi Bupati Minahasa Utara, pihaknya langsung bergerak untuk koordinasi penanganan korban.
Tiga dari empat korban meninggal yang telah teridentifikasi adalah:
-
Asna Lapai (Perempuan), warga Melonguane
-
Zakarias Tindigulangi, warga Kecamatan Gemeh
-
Yuliana Gumolung, warga Desa Bomwombaru
Satu korban perempuan lainnya masih dalam proses identifikasi.
Menanti Data Resmi di Tengah Evakuasi
Informasi mengenai jumlah dan penyebab pasti kematian korban saat ini masih simpang siur seiring dengan proses evakuasi yang terus berjalan.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, dan instansi lainnya kini fokus pada pencarian dan penyelamatan seluruh penumpang.
Publik menantikan rilis data resmi yang terverifikasi dari posko gabungan untuk mendapatkan kepastian mengenai skala penuh dari tragedi maritim ini. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo