SOLOBALAPAN.COM – Momen penuh haru terjadi di rumah duka korban tragedi pesta rakyat pernikahan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, dengan Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Putri Karlina terlihat tak kuasa menahan air mata saat bersimpuh di hadapan keluarga korban yang meninggal dunia dalam insiden maut yang terjadi saat pembagian makan gratis di pesta syukuran pernikahannya.
“Takziyah Bu Wakil Bupati Garut ke rumah Duka!," tulis akun Instagram @justinfogarut yang mengunggah video kejadian dikutip Sabtu (19/7/2025).
Didampingi sang suami, Putri Karlina mendatangi rumah korban pada Jumat malam, 18 Juli 2025.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak ia menangis tersedu-sedu, menunjukkan penyesalan dan duka yang mendalam.
"Maafin ya Bu. Mohon maaf Bu," ucap Putri Karlina dengan suara terbata-bata dan banjir air mata.
Suaminya, Maula Akbar, juga terlihat larut dalam kesedihan. Ia terus mendampingi dan menenangkan istrinya yang masih terguncang oleh insiden tragis tersebut.
Tragedi bermula saat pesta rakyat yang digelar di Pendopo dan Alun-Alun Garut memicu antusiasme ribuan warga.
Panitia menyediakan makan gratis dan panggung hiburan. Sayangnya, kerumunan besar berubah menjadi mimpi buruk ketika warga berebut masuk gerbang Pendopo untuk mendapatkan makanan.
“Massa dari berbagai kalangan masyarakat sudah berkerumun memadati tempat diselenggarakannya Panggung Hiburan Rakyat, dan terjadi kericuhan berdesakan di gerbang utama memasuki kawasan Pendopo,” jelas Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, seperti dikutip dari Tribratanews, Sabtu (19/7).
Akibat berdesakan dan kepadatan pengunjung, tiga orang meninggal dunia:
Bripka Cecep Saepul Bahri (39), anggota Bhabinkamtibmas
Vania Aprilia (8), anak-anak warga Kelurahan Sukamentri
Dewi Jubaeda (61), warga Garut Kota
“Saat itu sedang mengevakuasi masyarakat yang pingsan, jadi beliau (Bripka) berusaha untuk mengevakuasi memasukkan ke arah mobil-mobil ambulans,” jelas Kapolres Garut.
Peristiwa memilukan ini menyebabkan 26 orang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan duka mendalam dan menyampaikan belasungkawa atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Garut.
“Kami sangat berduka atas musibah ini. Atas nama pribadi dan jajaran Pemkab Garut, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujar Syakur dalam konferensi pers.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) juga angkat bicara. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa ada acara makan gratis dalam pesta rakyat tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.
“Dipersilakan Polres Garut untuk melakukan penyelidikan,” kata KDM usai mengunjungi pasien korban Pesta Rakyat di RSUD dr Slamet Garut, Jumat malam.
“Insiden itu menjadi pelajaran dan ada yang bertanggung jawab, namun ranahnya ada dari pihak Kepolisian untuk melakukan penyelidikan,” tambahnya. (lz)
Editor : Laila ZakiyaSumber : Solo Balapan