SOLOBALAPAN.COM – Seorang perempuan nyaris menjadi korban penipuan dengan modus Love Scamming lintas negara.
Peristiwa ini mencuri perhatian publik setelah video pemeriksaan yang diunggah akun resmi Instagram Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Selatan (@kanimjaksel) viral di media sosial.
Kronologi Modus Love Scamming
Dalam video tersebut, terlihat petugas imigrasi sedang menggali informasi lebih dalam soal alasan pengajuan paspor oleh seorang perempuan.
Ia mengaku ingin pergi ke Pakistan untuk bertemu kekasihnya, yang hanya dikenalnya lewat Facebook dan berkomunikasi lewat chat serta video call. Padahal, keduanya belum pernah bertemu secara langsung.
Baca Juga: Menanggapi Maraknya Link Video Andini Permata: Dari Viral hingga Ancaman Siber yang Mengintai
Perempuan itu bahkan telah mentransfer uang sebesar Rp5 juta ke pria tersebut untuk membeli tiket keberangkatannya ke Pakistan.
Namun, satu hal yang mencurigakan adalah larangan dari sang kekasih agar ia tidak memberitahu rencana keberangkatannya kepada orang tuanya.
“Kamu percaya sama pacar kamu? Tapi belum pernah ketemu ya?” tanya petugas dalam video.
“Makanya saya mau nyamperin ke Pakistan, Pak,” jawab sang perempuan.
Langkah Tegas Imigrasi Jakarta Selatan
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Filipina di AFF U-23 Hari Ini, Link Streaming Resmi Ada di Sini
Menangkap sejumlah kejanggalan dari pengakuan tersebut, petugas imigrasi menduga adanya indikasi kuat penipuan.
Mereka menjelaskan bahwa kasus seperti ini kerap berujung pada tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau penyelundupan manusia (TPPM).
Guna mencegah potensi kejahatan lintas negara, Imigrasi Jakarta Selatan akhirnya menolak permohonan paspor perempuan itu demi melindungi keselamatan WNI.
“Bagi yang penasaran dengan ending-nya, dengan terpaksa dan berat hati, kami menolak permohonan paspornya. Karena ditemukan indikasi kuat bahwa kakak ini menjadi korban Love Scamming. Keselamatan WNI adalah prioritas kami,” tulis @kanimjaksel dalam keterangannya.
Tanggapan Publik dan Pentingnya Literasi Digital
Unggahan tersebut mendapat respons luas dari warganet. Banyak yang mendukung tindakan cepat dan tegas dari petugas, sekaligus prihatin atas banyaknya masyarakat yang mudah tertipu oleh modus cinta daring semacam ini.
Kejadian ini menjadi peringatan penting tentang literasi digital dan kehati-hatian dalam menjalin hubungan secara online.
Terlebih jika komunikasi tersebut disertai dengan permintaan uang dan ajakan bepergian ke luar negeri tanpa dasar yang jelas.
Melindungi diri sendiri dan keluarga harus menjadi prioritas utama dalam segala bentuk interaksi digital. (dam)
Editor : Damianus Bram