Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Dua Hari Berturut, Pendaki Asing Jatuh di Jalur Maut Gunung Rinjani, Tim SAR Kerahkan Helikopter Evakuasi

Damianus Bram • Jumat, 18 Juli 2025 | 00:37 WIB
Helikopter milik SGi Air Bali bertolak dari Bali ke Gunung Rinjani, NTB, untuk mengevakuasi pendaki asal Belanda yang jatuh dalam pendakian pada Kamis (17/7/2025).
Helikopter milik SGi Air Bali bertolak dari Bali ke Gunung Rinjani, NTB, untuk mengevakuasi pendaki asal Belanda yang jatuh dalam pendakian pada Kamis (17/7/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Insiden pendaki jatuh kembali terjadi di jalur ekstrem Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (17/7/2025).

Korban kali ini adalah Sarah Tamar Van Hulten, pendaki perempuan asal Belanda yang tinggal di Denmark.

Sarah dilaporkan terjatuh di jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, kawasan yang dikenal memiliki medan terjal dan berbahaya.

Tim SAR Bergerak Cepat

Baca Juga: Fatwa Haram Sound Horeg Gegerkan Jatim, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Tegas: Nang Suraboyo Nggak Ono!

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, membenarkan bahwa korban tercatat sebagai warga negara Belanda.

Pihaknya menerima laporan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pada siang hari.

“Laporan kami terima tadi siang dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Tim rescue dari Pos SAR Kayangan segera diberangkatkan pada pukul 14.20 WITA. Tim bergerak menggunakan truk personel dan membawa peralatan mountaineering, komunikasi, medis, dan pendukung lainnya,” ungkap Hariyadi dikutip dari JawaPos.com, Kamis (17/7/2025).

Dekat Lokasi Jatuhnya Pendaki Swiss

Baca Juga: Regulasi Baru 11 Pemain Asing Liga 1 Tuai Kritik, Bintang Persis Solo Khawatirkan Nasib Anak SSB

Menariknya, lokasi jatuhnya Sarah berdekatan dengan lokasi jatuhnya Benedikt Emmenegger, pendaki asal Swiss yang terjatuh sehari sebelumnya, Rabu (16/7/2025).

Sebagai informasi, Benedikt Emmenegger sudah berhasil dievakuasi menggunakan helikopter dari Bali.

“Koordinasi dilakukan dengan SGi Air Bali dan kepala Kantor SAR Denpasar untuk pengerahan helikopter guna mempercepat proses evakuasi,” tambah Hariyadi.

Evakuasi Udara Dikerahkan

Melihat medan yang sulit dijangkau lewat darat, Tim SAR Mataram memutuskan untuk melakukan evakuasi melalui udara.

Helikopter SGi Air Bali diterbangkan dari Bali pada pukul 15.45 WITA menuju lokasi jatuhnya korban di Gunung Rinjani.

Seluruh tim gabungan dari SAR Mataram, Balai TNGR, dan relawan masih terus berupaya mengevakuasi korban dalam kondisi selamat.

“Perkembangan lebih lanjut mengenai operasi ini akan terus disampaikan,” pungkas Hariyadi. (dam)

Editor : Damianus Bram
#SAR Mataram #gunung rinjani #pendaki asing #pendaki jatuh #helikopter #evakuasi