SOLOBALAPAN.COM – Setelah resmi mengikat janji suci dengan putra sulung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yakni Maula Akbar, kini nama Putri Karlina kembali menjadi sorotan.
Tak hanya karena momen pernikahan yang penuh nuansa lokal dan simbolik, namun juga karena terbongkarnya harta kekayaan sang Wakil Bupati Garut, yang ternyata luar biasa fantastis.
Pada Rabu, 16 Juli 2025, Putri Karlina dan Maula Akbar resmi menjadi pasangan suami istri dalam sebuah prosesi akad nikah yang digelar khidmat di Pendopo Garut.
Maula Akbar melafalkan ijab kabul dalam satu tarikan napas, disaksikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani.
Pernikahan ini pun makin menjadi sorotan publik karena mahar atau mas kawin yang sangat unik dan lokal:
* 9 ekor sapi
* 9 ekor domba Garut
* 9 ekor ayam pelung Cianjur
* 9 tambunan bibit ikan
* 99 jenis bibit buah kayu lokal
* 9 jenis bibit padi lokal
* 90 gram logam mulia
Unggahan video momen akad yang dibagikan oleh Putri Karlina lewat akun Instagram @putri.karlina14 pun dibanjiri ucapan selamat dan doa dari warganet.
"Alhamdulillah, momen sakral Akad Nikah telah terlaksana... detik-detik ijab kabul yang menggetarkan jiwa ini, adalah anugerah terbesar dari-Nya," tulis Putri Karlina.
Lahir di Garut pada 14 Maret 1993, Luthfianisa Putri Karlina tak hanya dikenal sebagai pejabat publik, tetapi juga anak dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto.
Sebelum terjun ke dunia politik, Putri Karlina lebih dulu dikenal sebagai pengusaha muda. Ia mengelola sejumlah unit usaha mulai dari salon muslimah, restoran, hingga kafe kenamaan di Garut.
Gelar akademiknya pun tak main-main:
Dokter Gigi dari Universitas Gadjah Mada
Magister Bisnis dari Institut Teknologi Bandung
Kini, ia menjabat sebagai Wakil Bupati Garut periode 2025–2030, mendampingi Bupati Abdusy Syakur Amin.
Setelah resmi menikah, sorotan pun tertuju pada harta kekayaan Putri Karlina yang dilaporkan ke KPK melalui e-LHKPN pada 13 Januari 2025. Berdasarkan laporan tersebut, total harta kekayaannya mencapai Rp6,48 miliar!
Yang paling mencolok dari laporan ini adalah aset tanah dan bangunan, tersebar di Kabupaten Garut dan Kota Bandung, dengan total nilai lebih dari Rp6,1 miliar. Beberapa contohnya:
- Tanah & Bangunan 262 m²/220 m² di Bandung: Rp2,46 M
- Tanah 3118 m² di Garut: Rp250 juta
- Tanah 2007 m²/300 m² di Garut: Rp50 juta
- Tanah 142 m² di Garut: Rp400 juta
Selain aset tanah dan bangunan:
- Harta bergerak lainnya: Rp48 juta
- Kas dan setara kas: Rp274 juta
- Total kekayaan resmi: Rp6.486.024.293
Dengan koleksi tanah seluas ribuan meter persegi, tak heran jika warganet menjulukinya sebagai “juragan tanah Garut dan Bandung”. (lz)
Editor : Laila Zakiya