Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Priya Nailuredha Thoriq Dibully karena Apa? Viral Siswa di Garut Meninggal Diduga Jadi Korban Perundungan

Laila Zakiya • Rabu, 16 Juli 2025 | 16:17 WIB
Ilustrasi anak yang menjadi korban bullying (PIXABAY.COM)
Ilustrasi anak yang menjadi korban bullying (PIXABAY.COM)

SOLOBALAPAN.COM – Duka mendalam menyelimuti dunia pendidikan Indonesia.

Seorang siswa SMA asal Garut, Priya Nailuredha Thoriq, meninggal dunia pada Senin, 14 Juli 2025, dalam kasus yang diduga kuat berkaitan dengan perundungan atau bullying di sekolah.

Nama Priya mendadak viral di media sosial, setelah ibunya, Fuji Lestari, mengungkap serangkaian kejadian yang dialami sang anak sejak 27 Juni 2025 melalui unggahan di akun Instagram pribadi.

Dalam unggahan itu, ia menyebut bahwa anaknya menjadi korban bullying yang dilakukan tidak hanya oleh teman sebaya, tetapi juga oknum guru.

"Awalnya anak saya di tuduh melaporkan teman-temannya yang nge-vape di kelas, padahal dia sama sekali tidak melakukan itu," tulis sang ibu, seperti dikutip dari unggahan Instagram-nya.

Setelah tudingan tersebut, Priya sempat hampir dipukuli ramai-ramai oleh teman sekelasnya, namun berhasil kabur ke ruang BK.

Sejak insiden itu, mental Priya disebut memburuk hingga takut masuk sekolah.

Kondisinya semakin diperparah setelah dinyatakan tidak naik kelas, dan disarankan untuk pindah sekolah jika ingin melanjutkan ke kelas 11.

 

Setelah kabar meninggalnya Priya mencuat, netizen membanjiri media sosial dengan tagar nama Priya, menuntut keadilan.

Komentar bernada empati dan kemarahan terhadap dugaan pelaku perundungan membanjiri unggahan sang ibu.

"Ya Allah, walaupun gak kenal aku ikut nangis karena sesakit itu dibully sama teman sendiri," tulis salah satu warganet.

Meskipun demikian, hingga saat ini identitas pasti pelaku perundungan belum diungkap, dan pihak keluarga masih menahan diri untuk membongkarnya secara gamblang.

Sekolah Bantah Adanya Perundungan

Pihak SMAN 6 Garut, tempat Priya menempuh pendidikan, melalui Kepala Sekolah Dadang Mulyadi, membantah adanya bullying.

Menurutnya, permasalahan utama adalah Priya tidak naik kelas karena tujuh mata pelajaran yang tidak tuntas.

"Sebenarnya ini bermula karena yang bersangkutan tidak naik kelas. Disebabkan ada 7 nilai mata pelajaran yang tidak tuntas," kata Dadang.

Pernyataan ini didukung oleh wali kelas Yulia Wulandari, yang mengklaim sudah berusaha maksimal membantu Priya secara akademis.

Ia bahkan menyebut komunikasi dengan ibu Priya cukup intens, termasuk soal perubahan sikap dan hubungan asmara sang anak.

Namun pernyataan sekolah ini justru menimbulkan perbedaan versi dengan yang diungkap pihak keluarga.

 

Kasus ini kini ditangani oleh Polres Garut. AKP Joko Prihatin, Kasat Reskrim, menyebut pihaknya masih mendalami kejadian tersebut dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kejadiannya sedang kami lakukan penyelidikan," tegas Joko.

 Selain kepolisian, Pemkab Garut dan Pemprov Jawa Barat melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) juga turut menangani.

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyebut pendampingan sebenarnya sudah dijadwalkan namun belum sempat dilakukan karena Priya lebih dulu berpulang.

"Saya sudah minta tolong untuk PPA mengawal dan sudah dilakukan pendampingan. Tapi pendampingan lanjutan belum sempat dilakukan karena sudah keburu dipanggil," kata Putri.

Ia juga menyampaikan bahwa kasus ini akan menjadi evaluasi menyeluruh, termasuk terhadap kinerja guru, dan meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk turut menindaklanjuti.

 

Tagar PriyaNailuredhaThoriq kini viral di media sosial, dengan lebih dari 8.000 kali dibagikan. Warganet meminta agar kasus ini diusut tuntas, dan menjadi alarm keras agar perundungan di lingkungan pendidikan tak lagi dianggap sepele. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#bullying #Priya Nailuredha Thoriq #garut