SOLOBALAPAN.COM - SMK Muhammadiyah Bandongan, Magelang, tengah menjadi korban penyalahgunaan kreativitas digital.
Link Twibbon yang seharusnya digunakan untuk menyambut siswa baru dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2025, justru viral dan disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab di media sosial.
Nama baik sekolah tercoreng setelah banyak pengguna media sosial menempelkan foto-foto tak senonoh pada bingkai digital resmi milik sekolah tersebut, yang kemudian viral di platform seperti TikTok dan X (Twitter).
Penyalahgunaan Twibbon untuk Konten Tak Pantas
Insiden ini bermula ketika link Twibbon MPLS SMK Muhammadiyah Bandongan bocor dan tersebar luas di luar lingkungan sekolah.
Akibatnya, banyak pengguna media sosial yang bukan merupakan siswa baru ikut meramaikan dengan cara yang tidak pantas.
Beberapa di antaranya bahkan dengan sengaja menggunakan foto-foto vulgar untuk ditempel pada Twibbon tersebut.
Salah satu contoh datang dari akun Twitter @nadiaavac pada 13 Juli 2025.
"Hallo guys salam kenal, hari baru semangat baru! Hi, saya Nadia siap mengikuti MPLS 2025 di SMK Muhammadiyah Bandongan. Let's explore, learn, and grow together," tulis akun tersebut, menyertai foto tak senonoh yang dibingkai Twibbon sekolah.
Reaksi Prihatin dari Warganet
Kejadian ini sontak menuai keprihatinan dari warganet. Banyak yang menyayangkan bagaimana nama baik sebuah institusi pendidikan bisa tercemar akibat ulah iseng di dunia maya.
"Kasihan nama sekolahnya tercemar," tulis akun @bubblegum, mewakili banyak komentar serupa yang merasa miris dengan penyalahgunaan link Twibbon tersebut.
Klarifikasi dan Sikap Tegas Pihak Sekolah
Menanggapi hal ini, pihak SMK Muhammadiyah Bandongan telah merilis pernyataan resmi untuk meluruskan situasi. Berikut adalah poin-poin klarifikasi mereka:
-
Gambar dan isi video yang viral tidak mencerminkan prinsip yang dijunjung SMK Muhammadiyah Bandongan.
-
Twibbon sekolah telah disalahgunakan dalam konteks yang tidak sesuai, jauh dari tujuan promosi positif sekolah.
-
Link Twibbon yang digunakan telah tersebar di luar lingkungan sekolah dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik.
-
Sekolah menegaskan tidak pernah memberikan izin ataupun dukungan terhadap pembuatan maupun penyebaran konten negatif tersebut.
Pihak sekolah juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam bermedia sosial dan menanggapi informasi secara santun dan membangun.
Pelajaran Penting di Era Digital
Insiden yang menimpa SMK Muhammadiyah Bandongan ini menjadi pelajaran penting tentang risiko kampanye digital di ruang publik.
Meskipun Twibbon adalah alat promosi yang efektif, sifatnya yang terbuka membuatnya rentan disalahgunakan.
Kasus ini menggarisbawahi pentingnya literasi digital dan tanggung jawab kolektif warganet untuk tidak ikut serta dalam tren negatif yang dapat merugikan nama baik individu maupun institusi. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo