SOLOBALAPAN.COM – Nama Andini Permata kembali membuat geger jagat maya.
Video berdurasi 2 menit 31 detik yang menampilkan seorang perempuan bersama anak laki-laki beredar luas di berbagai platform media sosial, mulai dari TikTok, X (dulu Twitter), hingga grup Telegram.
Publik pun sibuk bertanya: apakah ada versi full durasi dari video tersebut? Jika ada, di mana bisa dilihat?
Namun, hingga kini identitas asli Andini Permata belum dapat dipastikan.
Tidak ditemukan profil resmi, akun terverifikasi, atau klarifikasi dari pihak manapun. Banyak pihak meyakini nama ini hanya dijadikan clickbait untuk mendulang klik dan trafik internet.
Video syur Andini Permata ditemukan dengan berbagai durasi. Ada yang paling lama hingga 2 menit lebih.
Beberapa netizen bahkan menyebut telah menemukan hingga delapan link berbeda yang tersebar di media sosial dan aplikasi pesan instan.
Sayangnya, banyak dari link tersebut diduga hanya jebakan, berisi iklan palsu, malware, bahkan situs scam pencuri data pribadi.
Bahaya Link Video yang Tidak Terverifikasi
Pakar keamanan digital mengingatkan agar publik tidak sembarangan mengakses link mencurigakan yang mengklaim sebagai video Andini Permata.
“Klik tautan semacam ini sangat berisiko. Banyak yang merupakan jebakan digital yang membahayakan keamanan perangkat dan data pribadi,” tegas pakar siber.
Dalam konteks hukum Indonesia, penyebaran atau bahkan menyimpan konten pornografi bisa berujung pada hukuman pidana berat, apalagi jika video tersebut mengandung unsur eksploitasi anak.
Baca Juga: Persis Solo Sisakan Satu Slot Pemain Asing, Peter de Roo Beri Bocoran Kriteria Posisinya
Melansir Hukumonline, pelaku bisa dikenai pasal dalam:
Pasal 27 ayat (1) UU ITE: distribusi konten melanggar kesusilaan, pidana hingga 6 tahun penjara dan/atau denda Rp1 miliar;
UU Perlindungan Anak: untuk konten yang melibatkan anak di bawah umur;
UU Pornografi dan UU Perlindungan Data Pribadi (PDP): jika melibatkan penyebaran data tanpa izin.
Bukan cuma soal video, isu ini menyangkut keamanan digital, privasi, hingga keselamatan anak.
Orang tua diminta waspada, karena tautan-tautan mencurigakan yang beredar bisa dengan mudah diakses oleh anak-anak.
Kasus video syur Andini Permata menjadi peringatan serius bahwa di era digital, satu unggahan bisa berakibat fatal. Warganet diminta bijak dalam menyikapi kabar viral, tidak ikut menyebarkan konten atau tautan mencurigakan, dan menjaga privasi serta keamanan data masing-masing. (lz)
Editor : Laila Zakiya