Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Mahasiswa UNS Sosialisasikan Pendidikan Inklusi di Pemalang, Dorong Sekolah Ramah Anak

Andi Aris Widiyanto • Kamis, 10 Juli 2025 | 16:21 WIB

AKTIF : Mahasiswa FKIP UNS Edukasi Guru SD Pemalang tentang Pendidikan Inklusif
AKTIF : Mahasiswa FKIP UNS Edukasi Guru SD Pemalang tentang Pendidikan Inklusif

PEMALANG, SOLOBALAPAN.COM – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan sosialisasi pendidikan inklusi di SD Negeri 14 Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang, pada 5 Mei 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dan implementasi praktik lapangan mahasiswa.

Tujuan utamanya adalah untuk mendorong penyelenggaraan pendidikan yang adil, inklusif, dan ramah bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di lingkungan sekolah dasar.

Baca Juga: Daftar Lengkap Bocoran Jadwal Pekan 1 BRI Super League 2025-2026: Ada Duel Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta

Sosialisasi diikuti oleh kepala sekolah dan guru dari seluruh SD negeri se-Kecamatan Pemalang. Fokus kegiatan adalah meningkatkan pemahaman pendidik mengenai pentingnya pendidikan inklusif, karakteristik dasar ABK, dan kesiapan sekolah dalam menyediakan layanan pendidikan yang setara untuk semua siswa.

Dua narasumber kompeten turut hadir, yakni Sugini, dosen Pendidikan Luar Biasa UNS, yang memaparkan konsep dasar pendidikan inklusi dan strategi pembelajaran adaptif, serta Awaliya Frisnawati, guru SMA sekaligus lulusan Psikologi yang berbagi pengalaman tentang identifikasi dan asesmen kebutuhan khusus siswa.

Baca Juga: Inter Milan Ngotot Mau Pinjam Rasmus Hojlund, Manchester United Hanya Mau Jual Permanen Seharga Segini

Materi yang disampaikan mencakup urgensi pendidikan inklusif di Indonesia, peran lingkungan sekolah yang mendukung, hingga teknik asesmen psikopedagogis untuk deteksi dini siswa dengan kebutuhan khusus.

Sesi diskusi berjalan interaktif, memperkaya pemahaman para peserta terhadap praktik nyata di lapangan.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Hasil konkret dari kegiatan ini meliputi peningkatan pemahaman guru terhadap keberagaman siswa, komitmen dalam menyusun RPP yang inklusif, serta inisiasi identifikasi awal terhadap siswa yang memerlukan layanan khusus.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga melahirkan forum komunikasi lanjutan antara kepala sekolah dan narasumber, sebagai upaya merancang strategi pendampingan dan asesmen berkelanjutan ke depan.

“Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami. Banyak hal tentang pembelajaran inklusif yang sebelumnya belum kami pahami, kini menjadi lebih jelas,” ujar salah satu guru peserta.

Baca Juga: Viral! Pengendara Nekat Hadang Polisi yang Kawal Mobil Berisi Anak Sakit di Jalur Puncak, Bogor! Buntut Emosi Karena Terjebak Macet 5 Jam

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNS menunjukkan peran aktifnya dalam memperkuat kapasitas sekolah dasar di Pemalang dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif.

Harapannya, kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan memperluas dampaknya agar setiap anak, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, mendapatkan hak pendidikan yang layak dan setara di lingkungan sekolah yang mendukung tumbuh kembangnya. (an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan #pendidikan inklusif #universitas sebelas maret #pengabdian masyarakat