SOLOBALAPAN.COM – Aksi arogansi TTW alias Mas Pelayaran terhadap pasangan driver ojek online rupanya berbuntut panjang.
Setelah viral karena melakukan penganiayaan hanya karena pesanan datang terlambat lima menit, kini rumahnya di kawasan Bantulan, Godean, Sleman justru diserbu orderan fiktif.
Imbas dari amarah warganet terhadap kelakuan pria yang mengaku bekerja di pelayaran ini tak main-main.
Sejumlah pesanan dengan sistem Cash on Delivery (COD) mulai berdatangan ke rumah Mas Pelayaran sejak Senin pagi, 7 Juli 2025.
Barang-barang yang dikirim pun bukan main. Dari kaos tahanan Nusakambangan, lemari, hingga kulkas dua pintu dikirimkan oleh kurir dan seller yang kebingungan.
"[Breaking News]09:51 imbas mas mas pelayaran yang viral kemarin banyak order fiktif yang masuk, kurir dan seller yang dirugikan," tulis akun X @merapi\_uncover yang pertama kali mengunggah kejadian ini.
Fenomena "serangan balik" digital ini terjadi usai Mas Pelayaran memicu kemarahan publik karena penganiayaan terhadap AML (22), kekasih sang driver ojol.
Padahal, pemesanan dilakukan tanpa fitur prioritas dan wajar bila pengantaran dilakukan setelah pesanan lain.
"Tapi mas tersebut emosi dan seperti yang ada di video kami adu mulut dan mas tersebut juga bilang 'aku pelayaran loh mbak'," ujar kekasih driver ojol yang jadi korban, dalam laporan yang sama.
Tidak hanya TTW alias Mas Pelayaran yang ditetapkan sebagai tersangka.
Baca Juga: UPDATE Kasus Penganiayaan Godean Jogja, Mas Pelayaran Tak Sendirian Jadi Tersangka!
Polisi juga menetapkan dua orang lainnya, yakni RHW (32) dan RTW (58), diduga kuat sebagai pelaku penganiayaan terhadap AML.
"Keadaan semakin memanas dan ada satu orang entah saudara atau kakak laki-laki dari customer yang akhirnya tersulut, mengangkat kerah baju saya dan menyeret-nyeret saya seperti di video yang membuat tangan dan muka saya lecet-lecet akibat kuku," jelas AML.
Tak berhenti sampai di situ, AML juga mengaku dijambak oleh dua orang di bagian kiri dan kanan kepalanya.
Tindakan ini membuat warganet geram dan ramai-ramai menyindir aksi tak pantas Mas Pelayaran.
"Si paling disiplin, si paling pelayaran, mesan ongkos hemat, mau cepat biar nggak kedouble sama sistem pakai prioritas," tulis akun @crabs500.
Sementara akun @aiyuen2 ikut mengkritik, "Ribet banget ya, kok orang punya energi marah-marah pas pesanan gak on time. Tolong saling maklumilah. 'Saya pelayaran' terus kalau lu pelayaran tuh kenapa?!"
Kini, selain menghadapi proses hukum, keluarga Mas Pelayaran juga harus berurusan dengan gelombang orderan fiktif yang makin membanjiri rumahnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya