SOLOBALAPAN.COM – Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (5/7/2025) hingga Minggu (6/7/2025) memicu banjir di berbagai wilayah.
Sedikitnya 51 RT terendam banjir, dan 169 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi darurat.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan lima titik pengungsian telah disiapkan di Bidara Cina dan Kampung Melayu.
“Saat ini terdapat lima lokasi pengungsian,” ujar Yohan dikutip dari JawaPos.com, Minggu (6/7/2025).
Lokasi Pengungsian
Bidara Cina:
- Aula Kantor Kelurahan
- RPTRA Bidara Cina
- Masjid Jami Al Abror
Jumlah pengungsi: 37 KK (121 jiwa)
Kampung Melayu:
- Aula Kantor Kelurahan Kampung Melayu
- SDN 01/02 Kampung Melayu
Jumlah pengungsi: 14 KK (48 jiwa)
“Total ada 169 warga Jakarta yang telah dievakuasi ke beberapa lokasi pengungsian,” terang Yohan.
Banjir Dipicu Rob dan Cuaca Ekstrem
Yohan menyebut banjir diperparah oleh kombinasi cuaca ekstrem dan fenomena rob.
“Terdapat Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) 4–13 Juli 2025 akibat pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase Perigee dan Bulan Baru,” jelasnya.
Tak hanya itu, kenaikan status sejumlah pintu air dan bendungan sejak Sabtu siang juga memperburuk situasi. Sejumlah titik seperti Pintu Air Pasar Ikan, Bendung Katulampa, Pos Depok, hingga Pintu Air Karet menunjukkan level Siaga.
Data Sebaran Wilayah Terdampak Banjir:
Jakarta Selatan (21 RT):
- Tanjung Barat: 2 RT (30–130 cm)
- Pengadegan: 2 RT (155 cm)
- Rawa Jati: 7 RT (100–200 cm)
- Pejaten Timur: 4 RT (105–110 cm)
- Kebon Baru: 2 RT (90–110 cm)
- Manggarai: 4 RT (55 cm)
Jakarta Timur (30 RT):
- Bidara Cina: 14 RT (180–250 cm)
- Kampung Melayu: 4 RT (220 cm)
- Balekambang: 3 RT (130 cm)
- Cawang: 7 RT (200–300 cm)
- Cililitan: 2 RT (290 cm)
Sementara itu, genangan di Kelurahan Gedong (3 RT) sudah dinyatakan surut.
Penanganan & Imbauan Warga
BPBD DKI Jakarta bersama dinas terkait tengah berjibaku menangani genangan dengan penyedotan air dan memastikan sistem drainase bekerja maksimal.
“BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas,” jelas Yohan.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi genangan susulan. Hubungi 112 dalam keadaan darurat. Layanan gratis dan aktif 24 jam. (dam)
Editor : Damianus Bram